logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Pemkot Gorontalo
Home Disway

Gagal Sukses

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 6 January 2026
in Disway
0
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

AKAN sukseskah sosialisme di pusat kapitalisme dunia, New York?

Belum tahu.

Baru pertama ini sosialis berkuasa di satu tempat di negara engkong-nya kapitalis dunia: Amerika Serikat.

Di lima hari pertama masa jabatannya sebagai wali kota, Zohran Mamdani terus berkibar dengan sosialismenya. Tiap hari ia menandatangani keputusan yang berpihak kepada wong cilik.

Related Post

Jane Moses

Tiga Serangkai

Bintang 2025

Gegeran Gergeran

Kemarin, Zohran ke Bronx. Ke Sedgwick Avenue No 1520. Di sinilah musik aliran hip hop lahir. Di tahun 1970-an.

Di pinggir jalan itu Zohran menandatangani keputusannya. Kontras dengan keputusan Presiden Donald Trump yang selalu ditandatangani di Gedung Putih.

Di situ Zohran didampingi wanita kulit putih. Berambut ikal. Dia wanita yang luar biasa: Tascha Van Auken.

Tascha adalah tim sukses terpenting Zohran di wilayah itu. Tascha berhasil membangun jaringan 100.000 relawan di Bronx. Mereka mempraktikkan kampanye untuk Mamdani dengan jalan khas wanita: telaten. Lebih 3 juta pintu di Bronx diketok oleh relawan ini: pilihlah Zohran.

Tascha ternyata mengaku belajar dari cara memenangkan Barack Obama di New York untuk jabatan Presiden Obama pertama.

Zohran punya orang seperti Tascha di tiap distrik: Bronx, Brooklyn, Queens, Long Island, dan Manhattan. Gerak mereka itu mengingatkan saya pada aktivis bawah tanah PDI-Megawati di masa akhir Orde Baru: Militan. Ideologis. Miskin. Tidak bisa dibeli.

Zohran terpilih karena sengaja didorong oleh jaringan sosialis ideologis seperti itu. Mereka mencari tokoh yang mampu, seideologi, punya prinsip yang kuat dan tidak bisa dibeli oleh oligarki.

Ketemulah sosok Zohran Mamdani –dari kalangan jaringan mereka sendiri.

Apakah perjuangan mereka nanti akan berhasil? Bisakah kota besar dibangun atas dasar kekuatan warganya –dan bukan oleh kekuatan investor besar?

Pertanyaan itulah yang membuat New York hari-hari ini jadi pusat perhatian dunia –juga pusat perhatian Disway.

Kalau berhasil ”penyakit Zohran” ini akan menular ke Chicago. Ke Los Angeles. Ke San Francisco. Bahkan ke London. Ke Paris.

Kelihatannya agak sulit menular sampai Jakarta –Tuhan pun bisa dibeli di Jakarta

Tentu saya mengikuti dinamika yang terjadi di New York. Banyak analis menilai kemungkinan berhasilnya hanya 35 persen. Tapi kemungkinan gagalnya juga sekitar itu. Sisanya pilih kemungkinan ketiga: jalan kompromi.

Kegagalan itu berasal dari satu kemungkinan: terjadi krisis anggaran. Terlalu banyak pengeluaran untuk infrastruktur sosial tanpa diimbangi naiknya pendapatan –terutama dari pajak.

Program utama menggratiskan angkutan bus akan menggerogoti anggaran. Apalagi bila kereta bawah tanah juga gratis bagi orang miskin.

Belum lagi program lainnya: membuka toko-toko kebutuhan pokok dengan harga murah.

Di lain pihak sewa rumah/rusun, diturunkan. Setidaknya tidak bisa dinaikkan. Pajak dari sektor ini akan merosot drastis.

Belum lagi kalau investor merasa ”New York Baru” kurang menarik untuk bisnis. Lalu mereka #kaburdulu.

Yang memperkirakan Zohran berhasil didasarkan pemikiran bahwa New York sudah telanjur kaya. Telanjur jadi pusat keuangan dunia. Infrastruktur dasar sudah terbangun lama. Memang, saatnyalah sekarang masuk tahap membangun infrastruktur sosial. Itu bisa membuat lapisan bawah lebih produktif –satu sumber kemajuan bersama.

Mungkin juga akan terjadi kompromi. Sebagian janji dipenuhi. Sebagian lainnya ”ditunda”. Para pengusaha besar bisa saja tidak jadi kabur tapi juga mau menurunkan derajat kerakusan mereka.

Sudah lima hari ini Zohran terlihat terus memerangi perusahaan real estate besar. Mereka memang punya banyak taktik untuk tidak menaikkan sewa. Tapi memungut biaya-biaya lainnya. Misalnya ada uang perbaikan, uang lift, uang pemeliharaan, uang kebersihan, uang pencegah tikus dan apa saja.

Taktik pengusaha real estate di sana sama saja dengan di mana saja: penghuni lama dibuat tidak kerasan. Lalu pindah. Agar penghuni baru masuk dengan sewa lebih tinggi.

New York memang menjadi awal lahirnya prinsip baru dalam bisnis real estate: “rumah adalah aset. Aset adalah instrumen keuangan”.

Beda dengan prinsip penyewa: rumah adalah tempat tinggal. Di desa saya pun begitu: rumah bukan aset, tapi tempat membangun keluarga.

Bahkan di Bronx dikembangkan prinsip baru oleh orang seperti Tascha: rumah adalah hak asasi manusia.

Dua prinsip itu kini berhadap-hadapan di New York. Ditonton oleh orang sedunia –termasuk Anda. Semua ingin tahu: seperti apa endingnya. Gaya Hollywood atau Bollywood. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--

Tiga Serangkai

Sunday, 4 January 2026
--

Bintang 2025

Wednesday, 31 December 2025
Pertemuan PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Jalan Kedungtarukan, Surabaya-ist-

Gegeran Gergeran

Wednesday, 31 December 2025
KEMARIN miskin, hari ini kaya. Lupakan cerita kemiskinan Desa Silalahi di Disway kemarin. Simak kekayaan desa di tepi barat Danau Toba itu hari ini.

Kaya Miskin

Tuesday, 30 December 2025
Gembala Sudung

Gembala Sudung

Sunday, 28 December 2025
Next Post
Wagub Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memberikan arahan pada apel kerja awal tahun di halaman Museum Purbakala, Kota Gorontalo, Senin (5/1/2026). (Foto : Nova/diskominfotik)

Wagub Gorontalo Idah Syahidah RH Ajak ASN untuk Peduli Lingkungan, Resolusi 2026: Kurangi Limbah Plastik dan Bijak Berbelanja

Discussion about this post

Rekomendasi

Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu Nurwahid Kiay Demak,S.H.,M.H. didampingi Kanit Pidum, Bripka Alhidayat Abas, saat memberikan keterangan pers di Polres Boalemo, Senin (5/1). (F. Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post)

Pemuda di Mananggu Tewas Ditikam, Diduga Korban Nikahi Istrinya, Pelaku Mengaku Tak Menyesal

Tuesday, 6 January 2026
PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Friday, 9 January 2026
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Gorontalo, Kombes Pol Teddy Rachesna, dalam konferensi pers terkait kasus kasus kekerasan terhadap anak.Jumat (9/1). Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Ayah Kandung Jadi Tersangka Kekerasan Anak, Polda Gorontalo Ungkap Fakta Mengejutkan

Friday, 9 January 2026
Direktur Biomasa Group, Zunaidi, saat memberikan program bantuan beasiswa pendidikan kepada salah satu siswa. Pada.Rabu (7/1).di Pelabuhan Lalape, Kecamatan Popayato. Kabupaten Pohuwato. Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Biomasa Group Perkuat Komitmen Pendidikan Lewat Beasiswa untuk 195 Pelajar di Pohuwato

Thursday, 8 January 2026

Pos Populer

  • Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu Nurwahid Kiay Demak,S.H.,M.H. didampingi Kanit Pidum, Bripka Alhidayat Abas, saat memberikan keterangan pers di Polres Boalemo, Senin (5/1). (F. Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post)

    Pemuda di Mananggu Tewas Ditikam, Diduga Korban Nikahi Istrinya, Pelaku Mengaku Tak Menyesal

    537 shares
    Share 215 Tweet 134
  • Asep Sabar

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    143 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Kapolri Mutasi Ratusan Perwira, Empat PJU Polda Gorontalo Ikut Dirotasi, Satu Kasubdit Jabat Kapolres

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Delapan Camp PETI Disisir Tim Gabungan, Ratusan Liter BBM dan Perlengkapan Pertambangan Tanpa Pemilik Disita

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.