logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Pemkot Gorontalo
Home Disway

Kaya Miskin

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 30 December 2025
in Disway
0
KEMARIN miskin, hari ini kaya. Lupakan cerita kemiskinan Desa Silalahi di Disway kemarin. Simak kekayaan desa di tepi barat Danau Toba itu hari ini.

KEMARIN miskin, hari ini kaya. Lupakan cerita kemiskinan Desa Silalahi di Disway kemarin. Simak kekayaan desa di tepi barat Danau Toba itu hari ini.

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

KEMARIN miskin, hari ini kaya. Lupakan cerita kemiskinan Desa Silalahi di Disway kemarin. Simak kekayaan desa di tepi barat Danau Toba itu hari ini.

Di ujung desa itu berdiri ”kekayaan” monumental: pembangkit listrik tenaga air. Cukup besar untuk ukuran Indonesia: 80 MW.

Related Post

Bintang 2025

Gegeran Gergeran

Gembala Sudung

Dosa Pertama

Saya menyebutnya itu kekayaan: bukan hanya dari besarnya listrik yang dihasilkan tapi juga dari besarnya sumbangan teknologi sipil untuk pelestarian alam Toba.

Saya mampir ke pembangkit listrik penuh makna itu Jumat pagi lalu. Saya sudah hafal cerita uniknya, tapi baru kali ini mengunjunginya. PLTA Renun bukan PLTA biasa –tergolong langka di dunia.

Ceritanya begini: Danau Toba ibarat mangkuk di atas meja. Yakni mangkuk besar yang cuil di bagian timurnya. Akibat cuil itu Toba tinggal berisi air setengahnya. Tumpah di bagian timurnya. Air yang tumpah itu menjadi air terjun Sigura-gura. Mengalir ke sungai Asahan.

Jepang membangun PLTA besar di Sigura-gura: 600 MW. Itu sebelum Anda lahir: tahun 1971-an. Hasil listriknya sepenuhnya untuk menghidupkan pabrik peleburan aluminium milik Jepang, di Kuala Tanjung, dekat muara Sungai Asahan. Tidak satu watt pun untuk masyarakat dekat Toba.

Waktu krisis listrik terberat di Sumut, saya ngiler melihat listrik melimpah dari PLTA Sigura-gura. Beberapa tahun setelah krisis itu peleburan aluminium milik Jepang itu menjadi 100 persen milik Indonesia –termasuk PLTA Sigura-gura.

Sejak awal Jepang memang sangat berkepentingan menjaga volume air di Danau Toba. Jepang sangat takut air Danau Toba berkurang –akibat penggundulan hutan maupun pendangkalannya. Ia takut pembangkit listrik itu kekurangan air –yang bisa mengganggu pabrik peleburan aluminiumnya.

Maka Jepang terus melakukan penelitian untuk menemukan cara terbaik menjaga volume air Danau Toba. Tugas penelitian itu dikerjakan oleh perusahaan konsultan Nippon Koi.

Ditemukanlah ini: bibir mangkuk bagian barat Toba berupa pegunungan tinggi: 1.600 meter. Bagian timur yang ”cuil” itu di ketinggian 1.000 meter.

Di bagian barat yang tinggi itulah, di wilayah Kabupaten Dairi, hulu beberapa sungai kecil. Air sungai-sungai itu tidak mengalir ke Toba, tapi ke arah sebaliknya: ke Karo, ke Aceh Singkil, akhirnya terbuang ke laut selatan.

Sungai-sungai itulah yang dibendung. Air dari bendungan itu dipaksa mengalir ke sebuah ”sungai” buatan. Panjang sungai buatan itu 11 Km. Sembilan atau 11 sungai kecil lainnya juga dipaksa menyatu ke sungai buatan itu.

Kontur alam Dairi membuat air sungai itu mengalir ke barat, menjauhi Toba. Sungai buatan itu dibuat menurun ke timur, mengarah ke Toba. Sungai buatan itu tidak terlihat –berupa terowongan di bawah gunung batu. Besar terowongannya bisa dimasuki truk besar.

Begitu terowongan sungai buatan itu sampai di dekat Desa Silalahi dibuatlah lubang ke bawah sedalam 100 meter: melubangi gunung batu.

Betapa sulit membuat terowongan besar sepanjang 11 km dan lubang sedalam 100 meter di gunung batu. Betapa besar biayanya.

Jumlah air yang dikumpulkan sedikit-sedikit dari 11 sungai kecil itu mencapai 10 m3/menit. Semuanya diterjunkan ke lubang setinggi 100 meter itu. Jadilah air terjun buatan. Tidak terlihat dari luar. Semua terjadi di perut gunung batu Dairi.

Air terjun itulah yang disambut oleh turbin. Dua turbin. Turbin pun berputar cepat –menggerakkan generator, menghasilkan listrik.

Kalau saja air sungai-sungai kecil itu tidak dipaksa balik arah, air itu akan masuk ke sungai Renun. Terbuang sia-sia ke Samudera Hindia.

Maka sebenarnya tujuan utama memindahkan aliran air itu bukan untuk menghasilkan listrik. Tujuan utama Jepang adalah menjaga volume air di Danau Toba.

Air 10 m3/detik itu, setelah memutar turbin ”dibuang” ke Danau Toba. Mengisi Danau Toba.

Ide itu datang dari konsultan ternama Jepang tadi: Nippon Koi. Akhirnya konsultan ini melakukan penelitian di seluruh Indonesia. Nippon Koi-lah yang paling paham peta sumber air di seluruh Indonesia. Yang Anda tidak tahu pun Nippon Koi tahu. Yang di lokasi Anda takut ke sana pun Nippon Koi punya seluruh datanya.

Jelaslah PLTA Renun bukan PLTA biasa. Bupati Dairi yang sekarang, Vicker Sinaga, mantan salah satu direktur PLN, tahu persis soal itu. Maka ia berjuang untuk membuat Renun masuk dalam warisan UNESCO.

Dairi yang miskin ternyata telah banyak menyumbang negara kaya. Kebutuhan listrik seluruh Dairi sendiri, kini, hanya 50 MW. Renun saja menghasilkan 80 MW.

PLTA Renun sudah berumur lebih 50 tahun. Sudah perlu ulang tahun emas. Seluruh investasinya tentu sudah lama kembali.

Kalau saja ada yang kasihan melihat kemiskinan Dairi, PLTA itu pasti sudah disedekahkan ke Dairi –lalu menjadi sumber dana untuk mengurangi kemiskinan di sana –kalau mau. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Bintang 2025

Wednesday, 31 December 2025
Pertemuan PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Jalan Kedungtarukan, Surabaya-ist-

Gegeran Gergeran

Wednesday, 31 December 2025
Gembala Sudung

Gembala Sudung

Sunday, 28 December 2025
Dosa Pertama

Dosa Pertama

Sunday, 28 December 2025
Natal Dairi

Natal Dairi

Sunday, 28 December 2025
--

Tetap Perawan

Wednesday, 24 December 2025
Next Post
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan pidato kepala daerah pada Paripurna DPRD tentang tentang penyelenggaraan kepemudaan, Senin (29/12). (Foto : Nova/diskominfotik)

Gubernur Gusnar Ismail - Wagub Idah Syahidah RH Hadiri Penetapan Ranperda Penyelenggaraan Kepemudaan

Discussion about this post

Rekomendasi

AKP Dr.Hi. Brandes, S.Pd.I., M.Si., M.M., M.K.M., CPHR., CBA., CPM., C.PS., C.GMC., C.TMP., C.HL., C.MTr., CGHR., kembali ditunjuk untuk mewakili Polda Gorontalo sebagai instruktur dan pelatih calon PPIH Arab Saudi tahun 1447 H/ 2026 M.

Wakili Polda Gorontalo, AKP Brandes Kembali Jadi Instruktur Petugas Haji

Friday, 2 January 2026
BANJIR BANDANG Menerjang Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Selasa (30/12). (foto: istimewa-tangkapan layar)

Banjir Bandang Hantam Pohuwato, Sejumlah Rumah Rusak, Warga Panik

Wednesday, 31 December 2025
Seorang nenek di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, meninggal dunia setelah tertimpa batu.

Tertimpa Batu, Nenek di Olele Meninggal Dunia

Friday, 2 January 2026
Fajar Dapat Golden Tiket Indonesian Idol, Judges Ngakak, Amanda Manopo Langsung Video Call

Fajar Dapat Golden Tiket Indonesian Idol, Judges Ngakak, Amanda Manopo Langsung Video Call

Wednesday, 31 December 2025

Pos Populer

  • AKP Dr. Iswan Brandes, S.Pd.I., M.Si., M.M., M.K.M., CPHR., CBA., CPM., C.PS., C.GMC., C.TMP., C.HL., C.MTr., saat wisudah beberapa waktu lalu. Dirinya membuktikan bahwa jangan pernah menyerah dan malas untuk menuntut ilmu, meski dalam keterbatasan perekonomian.

    AKP Dr. Hi. Iswan Brandes, Polisi yang Miliki 14 Gelar

    231 shares
    Share 92 Tweet 58
  • Wakili Polda Gorontalo, AKP Brandes Kembali Jadi Instruktur Petugas Haji

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Fajar Dapat Golden Tiket Indonesian Idol, Judges Ngakak, Amanda Manopo Langsung Video Call

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Catatan Akhir Tahun 2025: Gorontalo Pimpin Digitalisasi di Sulawesi, Tembus 10 Besar Nasional

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lima Bulan Buron, Pemodal Besar Tambang Ilegal Pohuwato Resmi Ditahan

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.