logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Emak-Emak Mandiri

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 25 September 2025
in Disway
0
Dahlan Iskan dengan "para emak" backpacker yang sedang transit di Hong Kong. Mereka akan berpetualang ke Tiongkok.--

Dahlan Iskan dengan "para emak" backpacker yang sedang transit di Hong Kong. Mereka akan berpetualang ke Tiongkok.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

“Kalian berlima mau ke mana?” tanya saya.

“Ke Shanghai, Chongqing, Chengdu, Bi Peng Guo, dan Guangzhou,” jawab salah seorang dari lima ibu muda itu.

Related Post

Bom Suci

Petir Agrinas

Petir Ngambek

Petir India

“Semua dapat izin suami?”

“Tentu,” sahut satunya.

Yang dua sudah pernah sekali ke Tiongkok. Yang tiga baru kali ini.

“Pakai travel apa?”

“Kami atur sendiri. Yang cari tiket saya. Cari-cari yang termurah. Yang cari hotel dia,” jawab yang lain lagi.

Mereka itu emak-emak muda dari Yogyakarta. Mereka disatukan oleh anak mereka yang sebaya. Sebagian anak mereka sama-sama sekolah SD di Al Azhar, Yogyakarta.

Sebagian lagi dipersatukan oleh kelompok pengajian. Karena itu semuanyi berjilbab. Ada yang baca Quran ketika pesawat sudah terbang.

Mereka berangkat ke Hong Kong lewat Surabaya. Pakai Cathay Pacific. Pulangnya nanti lewat Jakarta. “Sebenarnya pulangnya pun ingin lewat Surabaya. Tapi yang lewat Jakarta harga paketnya lebih murah,” katanyi.

Mereka begitu cermat membanding-bandingkan harga tiket. Termasuk menemukan di tanggal berapa dan bulan apa harga tiket termurah. “Penginnya berangkat awal Oktober. Tapi harganya sudah naik banyak,” katanyi.

“Kalian kan lima orang. Bagaimana pengaturan kamar hotelnya?”

“Kami cari apartemen,” katanyi. Salah seorang emak itu ahli dalam menjelajahi internet. Sampai ditemukan apartemen apa yang paling baik dan murah.

Di Tiongkok memang banyak apartemen yang disewakan. Umumnya tiga kamar tapi kamar mandinya satu. Ada mesin cuci. Dapur.

Dua di antara emak muda itu alumnus Universitas Islam Indonesia. Yang tiga alumnus Universitas Gadjah Mada. Jurusan kuliah mereka tidak ada yang sama: sospol, ekonomi, manajemen, geodesi, satunya saya lupa.

Lokasi-lokasi yang akan mereka kunjungi pun mereka cari sendiri di medsos. Utamanya TikTok. Di Shanghai mereka akan ke The Bund, Nanjing Dong Lu, Xin Tian Di.

Kok mereka tahu semua ya.

Bahkan mereka akan ke surganya Tiongkok –yang saya pun belum pernah ke sana: Bi Peng Gou. Saya pernah ke beberapa tempat sekitar situ, tapi belum pernah ke Bi Peng Gou-nya sendiri.

“Itu Swiss-nya Tiongkok,” ujarnyi seolah menganggap saya belum tahu Tiongkok.

Letak Bi Peng Gou di pegunungan Kunlun, dekat Shangri-La. Dekat Li Jiang. Dekat Jiuzhaigou (九寨沟). Yang tiga itu saya pernah ke sana. Semuanya di pegunungan Kunlun.

Di kawasan antara Sichuan-Qinghai-Tibet. Jauh sekali. Tinggi sekali. Ketinggiannya antara 2000-5000 meter.

“Dari Chengdu kami akan naik mobil selama empat jam,” katanyi. Chengdu adalah ibu kota provinsi Sichuan. Berarti mereka itu menjelajah mulai pantai timur, Tiongkok tengah sampai barat dan selatan.

“Bagaimana bisa tahu semua itu?”

“Kami ikuti pembicaraan di komunitas backpacker internasional. Mereka saling berbagi info dan pengalaman,” katanyi.

“Kenapa pilihan kalian ke Tiongkok?”

“Saya lihat Tiongkok kok maju sekali. Padahal saya dulu benci…,” katanyi.

Di penerbangan ke Hong Kong itu saya dapat tempat duduk sederetan dengan mereka. Jadinya agak berisik. Apalagi ada yang minta membuat video agar saya kirim nasihat kepada anak mereka.

“Anda punya jilbab berapa di rumah Anda?”

“Tidak tahu…tidak dihitung”.

“Seratus? Lebih?”

“Ya nggaklah…tapi entahlah,” jawabnyi.

“Istri saya mungkin punya 1.000 jilbab…” kata saya –agak ngawur gaya wartawan memancing jawaban.

“Kalau dijumlah sejak dulu mungkin saya pun punya segitu. Tapi setiap beli tiga yang baru tiga yang lama dilepas,” jawabnyi.

“Saya juga begitu,” timpal satunya.

“Saya juga,” satunya lagi.

“Ibu mertua saya seperti istri bapak…” katanyi.

“Oh… Berarti ada juga yang seperti istri saya”.

“Mungkin ibu punya cerita di tiap jilbab beliau. Jadi tidak mau dilepas…”.

Oh… begitu. Saya pun memaklumi istri. “Makanya ketika saya sarankan agar yang lama-lama dibuang beliau marah…”.

“Kalau beliau marah Bapak gimana?”.

“Saya langsung diam. Nggak pernah lagi menyarankan itu.”

“Itu sikap yang bagus. Berarti bapak tahu prinsip-prinsip wanita”.

“Prinsip wanita itu apa?”

“Prinsip pertama, wanita itu selalu benar. Prinsip kedua, kalau wanita itu salah harus kembali ke prinsip pertama…”.

“Berarti wanita tahu juga ya semua omongan para suami?”

“Ya..tahulah. Tapi memang harus begitu,” ujarnyi.

Kami pun berpisah di bandara Hong Kong. Mereka transit ke Shanghai. Saya transit ke Syria. Saya harus lewat Hong Kong karena ada pertemuan kecil di sana.

Mereka tidak bisa bahasa Mandarin. Tidak punya teman di Tiongkok. Tidak ada penunjuk jalan. Emak-emak itu begitu mandirinya. Pun ke daerah yang jauh-jauh begitu.

Itulah emak-emak masa kini. Saya juga sering melihat grup ibu-ibu muda seperti itu di kereta cepat Jakarta-Bandung. Sesama anggota pengajian. Mereka rekreasi ke Bandung. Untuk wisata kuliner. Sorenya balik lagi ke Jakarta.

Di saat saya di penerbangan ke Hong Kong itu, saya dapat kiriman video dadakan dari Kang Sahidin. Istri saya terlihat lagi semobil dengan empat ibu pengajian.

Mereka karaokean di mobil dalam perjalanan kuliner ke Solo –tidak mau kalah dengan lima emak muda dari Yogyakarta.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Dwi Sasetyaningtyas.--LinkedIn Dwi Sasetyaningtyas

WNI WNI

Wednesday, 25 February 2026
--

Kolegium MK

Tuesday, 24 February 2026
Next Post
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi foto bersama dengan Direksi BSG usai penandatanganan MoU di Manado.

Sofyan Teken MoU Baru, Kabgor Batal Tarik Dana di BSG

Discussion about this post

Rekomendasi

PK Ormawa dan P2MW Jadi Senjata FSB UNG Kejar Prestasi Nasional

PK Ormawa dan P2MW Jadi Senjata FSB UNG Kejar Prestasi Nasional

Monday, 2 March 2026
Logo Majelis Ulama Indonesia

MUI Desak RI Keluar dari BoP, Kecam Serangan Amerika-Israel ke Iran

Monday, 2 March 2026
Truk odol saat diamankan petugas karena melanggar ketentuan angkutan barang.

Kapolda Gorontalo Amankan Truk ODOL, Cegah Potensi Kecelakaan dan Kerusakan Infrastruktur

Monday, 2 March 2026
Basri Amin

Jejak “Islam Gorontalo” di Nusantara

Monday, 2 March 2026

Pos Populer

  • Ilustrasi--

    Kasus PETI Saripi Jadi ‘Bola Pingpong’, Berkas Perkara Dikembalikan Kejati ke Polda

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • THR PPPK-PW, Dana Cukup, Pemda Boleh Cairkan

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • THR Tunggu Presiden Pulang, Menkeu Sebut Presiden yang Umumkan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Adhan Ancam Tinggalkan Gerindra, Terkait BSG Sesalkan Fraksi di Deprov Tak ‘Bertaji’

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.