logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

RAT 787

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 9 July 2025
in Disway
0
Penerbangan Air India AI 379 yang mengangkut 156 penumpang dilaporkan menerima ancaman bom tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Phuket, Thailand, pada Jumat 13 Juni 2025.--Mint

Penerbangan Air India AI 379 yang mengangkut 156 penumpang dilaporkan menerima ancaman bom tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Phuket, Thailand, pada Jumat 13 Juni 2025.--Mint

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

PARA calon pilot diminta membuat simulasi: mengapa Boeing 787 seri 8 milik Air India itu jatuh: 12 Juni lalu.

Mereka tidak bisa menemukan di mana salahnya. Simulasi itu dilakukan di komputer tempat pendidikan pilot di India. Sekaligus sebagai kajian kasus kegagalan terbang bagi mereka.

Related Post

Bom Suci

Petir Agrinas

Petir Ngambek

Petir India

Memang langka sekali: dua mesin pesawat itu mati tiba-tiba. Bersamaan pula. Di menit yang sama. Yang beberapa kali terjadi: satu mesin yang mati. Pesawat masih bisa terbang. Awalnya agak miring. Lalu pilot membuatnya kembali seimbang –sambil menuju tempat pendaratan darurat.

Pesawat Air India itu baru saja take-off. Normal. Titik start-nya di ujung landasan bandara Ahmadabad, ibu kota Gujarat. Lepas landasnya juga di ujung terjauh landasan. Tidak terlalu cepat take-off, juga tidak terlalu terlambat.

Data terbaru yang dianggap aneh adalah: pilot sempat mengaktifkan RAT sebelum kecelakaan terjadi.

Kata ”sempat” itu penting mengingat pesawat baru saja take-off. Baru sekitar 2 menit. Tempat pesawat itu jatuh hanya berjarak sekitar kurang dari 2 km dari bandara Ahmadabad. Ketinggian pesawat baru sekitar 300 meter. Ibarat dari Soekarno-Hatta ke Surabaya baru sampai Jatinegara.

Bahwa pilot sempat menghidupkan RAT itu dianggap pertanda keadaan sangat darurat. RAT adalah turbin kecil yang letaknya di bawah perut pesawat. Dari kasus Air India ini saya baru tahu: di bagian bawah perut pesawat yang kelihatannya halus-rata itu ternyata tersimpan peralatan darurat: Ram Air Turbine.

Ketika pilot mengaktifkan RAT bagian bawah perut pesawat membuka. Buka dikit. Dari lubang kecil itu keluar turbin yang di depannya terdapat kincir angin. Disebut ”kincir angin” karena yang menggerakkan kincir itu memang angin. Yakni angin dari depan akibat laju pesawat.

Kincir itulah yang menggerakkan turbin kecil di belakangnya. Turbin menggerakkan generator. Generator menghasilkan listrik. Tentu listrik yang dihasilkan sangat kecil tapi cukup untuk menggerakkan beberapa instrumen vital yang mati.  Tujuannya sekadar agar pesawat bisa mendarat darurat lebih baik.

Dalam keluarga Boeing hanya 787 yang dilengkapi RAT. Boeing 737 tidak. Di 737 dipilih sistem lain untuk fungsi serupa: pakai baterai. Disebut APU –Auxiliary Power Unit. Airbus 320, 321, dan 350 pakai RAT.

Dalam kasus Air India, RAT itu pun tidak mampu menolong kejatuhan pesawat: menimpa gedung pendidikan dokter. Dari total 260 yang meninggal 18 di antaranya yang berada di gedung itu. Penumpang dan seluruh awaknya sendiri hanya 243 –semua meninggal kecuali satu penumpang ajaib berumur 40 tahun yang duduk di kursi nomor 11A.

Kursi itu tepat menempel di pintu darurat. Saat pesawat menimpa gedung, pintu daruratnya membuka. Penduduk Leicester, Inggris, yang baru menengok kampung leluhurnya di India itu meloncat lewat pintu itu dan lari di dekat api yang mulai membakar lokasi. Saudara kandungnya –dapat tempat duduk terpisah jauh– ikut tewas.

Penumpang ajaib itu tercatat sebagai orang nomor tiga satu-satunya penumpang hidup dalam kecelakaan pesawat. Yang pertama, Juliane Koepcke. Gadis 17 tahun. Saat dia terjerembab ke bumi masih terikat sabuk pengaman di kursinyi. Itu kecelakaan pesawat tahun 1971. Selebihnya, 90 orang penumpang tewas.

Saat itu pesawat berada di ketinggian 3 km. Petir menyambarnya –saat itu teknologi antipetir pesawat belum secanggih sekarang. Pesawat meledak di udara. Juliane terpental bersama kursinyi. Dia jatuh dari ketinggian 3 km bersama kursinyi. Kursi itu telah jadi semacam payung bagi penerjun bebas.

Yang kedua, Cecelia Cechan. Dia anak kecil berumur empat tahun. Dia luka parah tapi hidup. Yang membuat Cechan selamat adalah karena Cechan dalam posisi dipeluk sangat erat oleh ibunyi. Sang ibu tewas bersama 154 orang penumpang.

Kejadian itu sudah begitu lama: tahun 1987. Yakni kecelakaan pesawat Northwest Airlines yang take-off dari Michigan.

Seandainya Air India itu sudah sempat terbang tinggi kemungkinan selamat masih ada. RAT bisa berfungsi untuk mencari tempat pendaratan darurat.

Tapi saat pilot mengaktifkan RAT pesawat masih sangat rendah. Begitu RAT diaktifkan pesawat sudah hancur.

Maka di saat naik pesawat dari Denpasar menuju Perth sekarang ini (kemarin pagi) saya teringat kehebatan pilot Garuda yang terbang dari Lombok. Kejadiannya 23 tahun lalu.

Di ketinggian maksimalnya, dua mesinnya mati satu per satu. Sang pilot, Kapten Abdul Razak, masih bisa mengendalikan pesawat yang menurun dengan cepat. Sang pilot melihat ada air di bawah sana. Ia daratkan pesawat itu di sungai Bengawan Solo. Hanya satu pramugari yang tewas –itu pun karena keburu loncat.

Rasanya kecelakaan di Ahmadabad itu akan berbuntut panjang. Gugatan hukum mulai dilayangkan di Inggris –oleh keluarga penumpang Inggris. India sendiri mulai melihat sisi sabotase.

Langka: Dua mesin mati bersamaan. Kali pertama terjadi. Banyak spekulasi sudah diabaikan: soal sayap, soal gear pendaratan, soal pasokan bahan bakar. Semua berfungsi baik. Soal bahan bakar misalnya, pesawat lain tidak terganggu.

Maka fokusnya tinggal ke sistem dalam software atau kesalahan pilot dalam memasukkan komando ke software.

Bagi yang percaya gaib, keajaiban bisa terjadi di mana pun. Bagaimana mungkin dari pesawat yang meledak di udara ada satu gadis yang selamat.

Bagi orang teknik, matematika, dan fisika itu bukan keajaiban. Itu ada hitungannnya. Bagi yang bisa menghitung. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Dwi Sasetyaningtyas.--LinkedIn Dwi Sasetyaningtyas

WNI WNI

Wednesday, 25 February 2026
--

Kolegium MK

Tuesday, 24 February 2026
Next Post
--

Jadi Tersangka

Discussion about this post

Rekomendasi

PK Ormawa dan P2MW Jadi Senjata FSB UNG Kejar Prestasi Nasional

PK Ormawa dan P2MW Jadi Senjata FSB UNG Kejar Prestasi Nasional

Monday, 2 March 2026
Logo Majelis Ulama Indonesia

MUI Desak RI Keluar dari BoP, Kecam Serangan Amerika-Israel ke Iran

Monday, 2 March 2026
Basri Amin

Jejak “Islam Gorontalo” di Nusantara

Monday, 2 March 2026
Truk odol saat diamankan petugas karena melanggar ketentuan angkutan barang.

Kapolda Gorontalo Amankan Truk ODOL, Cegah Potensi Kecelakaan dan Kerusakan Infrastruktur

Monday, 2 March 2026

Pos Populer

  • Adhan Dambea

    Adhan Ancam Tinggalkan Gerindra, Terkait BSG Sesalkan Fraksi di Deprov Tak ‘Bertaji’

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Kasus PETI Saripi Jadi ‘Bola Pingpong’, Berkas Perkara Dikembalikan Kejati ke Polda

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • THR PPPK-PW, Dana Cukup, Pemda Boleh Cairkan

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Bantu Kaum Dhuafa, Pabrik Gula Gorontalo Salurkan Ribuan Paket Ramadan

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.