Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Upaya melestarikan bahasa daerah terus digencarkan di era digital. Salah satunya dilakukan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui sosialisasi penggunaan kamus digital bahasa Gorontalo kepada siswa SDN 6 Tilongkabila.
Dosen penanggung jawab kegiatan, Yunus Dama, menjelaskan bahwa sosialisasi ini dirancang untuk membiasakan siswa sekolah dasar menggunakan bahasa Gorontalo dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan utama kami adalah mendekatkan anak-anak dengan bahasa daerah mereka. Kami ingin mereka memanfaatkan teknologi digital, seperti kamus digital, bukan hanya untuk hiburan, tapi juga untuk belajar,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, tim dosen dan mahasiswa memperkenalkan kosakata bahasa Gorontalo yang akrab dengan kehidupan anak-anak, seperti nama-nama anggota tubuh, peralatan rumah tangga, hewan, dan tumbuhan. Pendekatan tersebut diharapkan memudahkan siswa dalam memahami dan menghafal bahasa daerah.
Melalui kamus digital, siswa dapat mengakses materi bahasa Gorontalo kapan pun dan di mana pun. Langkah ini dinilai sebagai strategi efektif untuk membentuk kebiasaan belajar yang adaptif di era digital.
Kegiatan tersebut disambut positif oleh pihak sekolah. Iskandar Saleh, Kepala SDN 6 Tilongkabila, mengaku antusias dan merasa terbantu dengan adanya program tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan bangga menjadi lokasi kegiatan ini. Sebagai guru sekaligus masyarakat, saya sendiri merasa masih kurang dalam memahami bahasa Gorontalo. Sosialisasi ini bukan hanya bermanfaat bagi siswa, tapi juga bagi kami para pendidik,” tuturnya.
Ia berharap, kegiatan seperti ini terus dilanjutkan agar pelestarian bahasa Gorontalo tidak sekadar wacana, melainkan menjadi gerakan nyata di kalangan generasi muda. “Kami berharap anak-anak lebih termotivasi menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya kita,” pungkas Iskandar. (mg-08)











Discussion about this post