logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Gajah RK

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 9 November 2024
in Disway
0
Dahlan Iskan saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh.--

Dahlan Iskan saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

SEBELUM tsunami harga tanah di sini Rp 30.000/m2. “Sekarang Rp 2 juta/m2,” ujar Pak Aky yang menemani saya makan siang kemarin.

Nama lengkapnya Kho Khie Siong. Ia ketua suku Hakka di Aceh. Sebanyak 99 persen warga Tionghoa Aceh bersuku Hakka.

Ia juga ketua barongsai yang sukses: Aceh dapat dua medali emas barongsai di PON barusan –di samping enam medali lainnya.

Related Post

Point 100

Rambo Batman

Omon Kenyataan

Amang Waron

Yang dimaksud harga tanah ”di sini” adalah di dekat rumah makan Hasan 2, di jalan kembar menuju bandara Banda Aceh.

Di situlah saya makan siang: ayam tangkap, daging lembu, dan sie kameng –artinya: daging kambing yang di masak gule. Sedikit berkuah.

Itu sudah sedikit di luar kota Banda Aceh. Sudah di kabupaten Aceh Besar. Ada keinginan agar wilayah kota diperluas sampai di sini tapi belum dapat persetujuan.

Harga tanah di dalam kota meningkatnya lebih drastis. Dengan lipatan lebih banyak lagi.

Banda Aceh sudah bukan kota sebelum tsunami. Berubah drastis. Jauh lebih maju. Lebih ramai. Lebih tertata. Lebih bersih. Banyak jalan baru. Atau jalan yang diperluas.

Dan, yang jelas, sudah banyak warung kopi. Saking banyaknya sampai Banda Aceh layak disebut sebagai kota ”seribu warkop”. Atau dua ribu. Datanglah ke Banda Aceh. Hitung sendiri.

Saya ke warkop-warkop itu. Minum kopi apa saja. Termasuk kopi terenak yang disebut syr sanger.

Lalu saya memanfaatkan waktu ke Museum Tsunami. Maafkan, begitu sering saya ke Aceh tapi baru kali ini ke museum itu. Sangat telat. Setelah umur museum 15 tahun –diresmikan Presiden SBY tahun 2009.

Begitu sampai di depan museum saya langsung mengagumi desain bangunan ini. Simple tapi mengesankan. Modern tapi klasik.

Jalan masuk museum itu berbentuk lorong. Menurun. Agak gelap. Kanan kiri lorong berupa air dalam kaca yang berombak. Berada di lorong ini seperti berada di dalam laut.

Susana di dalam air itu lebih diperkuat oleh suara gelombang laut di lorong gelap itu. Apalagi saat kita menuruni lorong: rintik-rintik air jatuh dari atas. Seperti gerimis. Menjatuhi kepala dan bahu kita. Rambut sedikit basah.

Inilah lorong masuk yang membuat kesan pertama menjadi dramatis. Ada unsur ngeri dan mengharukan.

Lorong itu, kegelapan itu, air di kanan kiri itu, gerimis pakai air sungguhan itu, adalah bagian yang harus dipuji dari desain museum.

Anda sudah tahu: yang mendesainnya adalah arsitek dalam negeri, asal Bandung, lulusan ITB: Ridwan Kamil. Begitu kaya imajinasinya.

Bagian lain yang juga mengagumkan dari desain museum ini adalah kolam di lantai dasarnya. Nyaris seluas lantainya. Berbentuk oval. Seirama dengan keovalan bentuk keseluruhan museum.

Kolam air itu tidak dalam. Tapi ada ikannya. Pengunjung museum boleh menaburkan makanan ikan ke kolam. Makanan disediakan oleh petugas. Tinggal bayar Rp 5.000/orang.

Tentu ada display foto-foto tsunami. Banyak sekali. Juga ruang video layar lebar: memutar video terjadinya tsunami. Berarti video itu sudah diputar ribuan kali selama 15 tahun. Rasanya video itu sudah waktunya diedit lagi. Disesuaikan dengan waktu. Semakin jauh waktu dari saat terjadinya tsunami kesan terhadap video tersebut semakin kurang dramatis. Harus diubah.

Maka perlu ada editing agar sesuai dengan penonton masa kini.

Yang juga unik di museum ini adalah satu ruang di lantai atas: ruang gajah. Tema di ruang ini: peranan gajah dalam rehabilitasi tsunami Aceh.

Gajah ternyata memegang peran yang penting pasca tsunami Aceh. Gajahlah yang menyingkirkan benda-benda berat di wilayah tsunami.

Saat itu mobil dan alat berat belum bisa masuk. Sulit. Alat berat tidak punya kaki sefleksibel gajah.

Gajahlah yang menarik kayu-kayu besar yang tumbang. Merekalah yang menyingkirkan mobil-mobil rusak yang teronggok.

Gajah-gajah itu didatangkan dari sekitar Banda Aceh. Jumlahnya tujuh ekor. Saya belum berhasil mendapat data apakah para gajah yang berjasa itu masih ada. Atau sudah banyak yang meninggal dunia.

Saya begitu ingin tahu di mana tiga gajah yang dinilai bekerja paling keras tahun itu: si Medok, si Lia, dan si Amoy.

Menurut penjelasan di ruang itu, gajah bisa berenang selama 6 jam, sejauh 50 km. Badannya yang besar membuat daya apungnya lebih besar. Gajah, hebatnya, bisa menerima 25 jenis perintah pun dari jarak 10 km.

Di dalam museum saya bertemu turis dari Jerman, Malaysia, dan Jakarta. Semua terkesan dengan desain karya Ridwan Kamil.

Turis yang Malaysia itu sebanyak satu bus. Dari Kelantan. Mereka tertarik ke Aceh karena merasa keturunan orang Aceh. Memang sangat banyak keturunan Aceh di sana. Yang terbanyak bukan di Kelantan, tapi di Kedah.

Mengapa setelah 20 tahun tsunami Banda Aceh mengalami kemajuan yang begitu pesat? Jawabnya bisa macam-macam. Misalnya, rehabilitasi Aceh berjalan cepat. Aliran dana untuk rehabilitasi sangat besar –dari berbagai sumber, dalam dan luar negeri.

Penyebab lain: ”berkat” tsunami konflik Aceh berakhir. Pemerintah berdamai dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Konflik puluhan tahun pun berakhir.

Setelah 20 tahun tsunami, kesan saya: Aceh kian terbuka.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Point 100

Tuesday, 20 January 2026
Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Rambo Batman

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Next Post
Masyarakat Popayato Timur Sambut Positif Kehadiran Investasi di Kabupaten Pohuwato

Masyarakat Popayato Timur Sambut Positif Kehadiran Investasi di Kabupaten Pohuwato

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

    Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.