logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Tanpa Bogang

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 3 April 2024
in Disway
0
-

-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

YANG saya juga bersyukur di bulan Ramadan ini adalah: tidak bogang olahraga. Sport dance. Tiap hari. Di Surabaya. Di Jakarta. Apalagi selama di Tiongkok ini.

Di kota Meizhou, saya tinggal di Howard Johnson. Jam 12.00 check in.

Related Post

Rambo Batman

Omon Kenyataan

Amang Waron

Reflek Radjimin

“Kalau mau masuk kamar sekarang adanya kamar yang menghadap ke 广场. Agak berisik,” ujar petugas hotel. “Kalau mau kamar yang lebih tenang baru bisa pukul 14.00,” tambahnyi.

“Berisik kenapa?” tanya saya.

“Banyak orang olahraga. Pakai musik,” jawabnyi.

“Saya tahan berisik,” jawab saya. Jangankah berisik musik, berisik politik pun saya tahan.

Dalam hati saya ingin menambahkan: saya ini tergolong orang yang ikut memproduksi berisik itu.

Dia benar. Jam 7 malam suara musik masuk ke kamar. Sayup-sayup tapi jelas. Akhirnya saya pun tahu kenapa suara musik disebut berisik: lebih 10 jenis musik saling bersaing di taman lapangan luas nan gemerlap itu.

Saya tidak mungkin goyang-goyang sendiri di dalam kamar. Sulit pilih. Mau ikut goyangan musik yang mana.

Maka saya turun ke lobi. Menyeberang jalan –sangat lebar dan ramai. Saya masuk ke lapangan luas itu. Bukan main. Ramai sekali. Suara musik saling bersahutan. Dari begitu banyak pengeras suara portable.

Saya geleng kepala. Begitu banyak orang berolahraga. Lebih 10 kelompok. Pakai musik mereka sendiri-sendiri.  Padahal jarak antar kelompok itu ada yang hanya 10 meter.

Ada kelompok besar. Ada grup kecil, sekitar 20 orang. Mereka semua senam-dansa. Sport dance.

Ada yang senam aerobik. Energetik. Ada yang lebih ke arah tari. Slow.

Yang seru: antarkelompok itu kan seperti tidak berjarak. Maka kelompok sini bisa dengar musik dari kelompok sana. Saling berebut masuk telinga. Tapi mereka tidak peduli. Masing-masing konsentrasi ke gerakan dan musik kelompoknya sendiri.

Saya pilih bergabung ke salah satu kelompok yang jenis gerakannya medium impact. Seperti yang selalu saya lakukan di Indonesia.

Gerakan di kelompok tari itu terlihat terlalu low impact. Demikian juga di kelompok line dance. Sulit disebut olahraga.

Tapi yang aerobik itu terlalu high impact. Terlalu berat untuk umur kaki saya.

“Musuh nomor satu orang tua adalah kaki”.

Prinsip itu terus saya pegang: biar tua kaki saya harus tetap kuat. Tidak ada cara lain kecuali harus mempertahankan masa otot kaki.

Anda sudah tahu: masa otot manusia akan terus berkurang seiring dengan pertambahan umur. Saya belum menemukan cara lain mempertahankan masa otot kecuali lewat olahraga.

Maka saya tidak memilih olahraga jalan kaki karena jalan kaki saya anggap bukan olahraga. Tergolong low impact. Tidak cukup bisa untuk mempertahankan masa otot. Kecuali jalan cepat. Secepat 6 km/jam.

Lapangan Rakyat di Meizhou ini begitu luas. Lebih 25 hektare. Indah. Rapi. Tertata. Dengan penerangan yang gemerlap. Termasuk lampu hiasnya.

Di sebelah square besar ini perbukitan. Ada panggung besar jauh di sana. Ada patung-patung. Ada gasebo-gasebo: tempat orang berkaraoke.

Ada arena sepak bola jauh di sana. Ada arena tertutup.

Banyak juga yang main bulu tangkis. Mereka bawa net sendiri –pakai tiang knock down. Ada yang main mirip sepak takraw dengan bola mirip bola bulu tangkis.

Ada pula mainan anak-anak. Trampolin. Gokart listrik. Meriah. Ramai. Pun bukan di akhir pekan.

Jam 7 pagi berisik yang sama masuk kamar lagi. Saya longok ke luar jendela: sudah banyak kelompok senam di sana. Saya turun lagi ke lobi. Menyeberang. Satu jam di situ. Berkeringat. Pun di suhu sejuk 20 derajat.

Di setiap kota Tiongkok seperti itu. Pun ketika akhirnya saya ke kota level dua: Shenzhen. Saya kembali tinggal di Four Point.

Dari jendela bisa lihat lapangan bertaman luas. Penuh dengan kelompok pesenam. Dengan berbagai gaya. Saya tinggal turun ke lobi. Menyeberang. Pilih saja gabung yang medium impact.

Jam 21.00 tepat, polisi memasuki lapangan. Pakai mobil golf. Klaksonnya dibunyikan berkali-kali: tanda waktu berolahraga selesai. Besok pagi harus kerja. Semua bubar.

Kecuali satu kelompok kecil. Mereka terus latihan gerakan baru. Tanpa musik. Boleh. Saya pun gabung ke kelompok itu. Ingin bisa gerakan itu. Sulit. Ada gerakan shuffle -nya.

Saya hampir absen olahraga satu hari: harus berangkat pukul 06.00. Dari Meizhou di provinsi Guangdong. Menuju Putian di provinsi Fujian. Setelah acara di Putian harus ke Changzhou.

Sehari penuh di jalan tol. Pukul 20.00 baterai hampir habis. Mobil harus isi listrik. Di jalan tol selalu ada tanda: mana saja rest area yang ada charger mobil listriknya. Memang belum di semua rest area. Tapi sangat banyak. Standar. Pasti fast charging: 30 menit bisa penuh lagi.

Di jalan tol Jakarta-Surabaya juga sudah ada beberapa charger mobil listrik. Menjelang Lebaran ini ditambah lagi. Tapi belum ada penandanya di jalan tol. Masih harus cari info di internet. Itu pun tidak jelas mana yang slow dan mana yang cepat.

Harusnya charger yang slow dihapus saja. Total. Tidak ada gunanya. Justru mengecoh. Charger lambat hanya cocok untuk di rumah. Atau di kantor. Bukan di jalan tol.

Hyundai harusnya mengganti charger slow itu. Misalnya milik Hyundai yang di rest area Sragen itu.

Waktu mobil diisi listrik di dekat Xiamen itu, saya akan nganggur 30 menit. Saya pun ambil speaker mini. Rest area ini luas sekali. Lokasinya di sela-sela perbukitan. Saya pun senam di situ. Di bawah lampu besar. Sendirian.

Saya pilih gerakan senam dari banyak lagu Mandarin. Siapa tahu ada yang bergabung. Tidak ada. Tetap sendirian. Setengah jam. Berkeringat. Ganti baju di toilet.

Saya tersenyum sendiri: puas. Hampir saja olahraga saya bogang sehari.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Rambo Batman

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Next Post
Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka

Prabowo-Gibran Dilantik di IKN

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Kajari Kota Gorontalo Bayu Pramesti, S.H., M.H., bersama jajarannya berpose di momen silaturahmi dengan rekan-rekan media/wartawan, jurnalis, aktivis, dan LSM, Rabu, (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

Kejari Kota Tegas Perangi Korupsi, Gandeng Wartawan Dukung Informasi Penyimpangan Keuangan

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

    Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.