Gorontalopost.id – Dukungan agar Penjabat Gubernur Hamka Hendra Noer, bisa merealisasikan islamic center Gorontalo terus mengalir. Seperti yang disampaikan Bupati Bone Bolango, Hamim Pou. Menurut Hamim, Penjagub Hamka harus benar-benar merealisasikan islamic center yang bisa menjadi icon baru Gorontalo.
Mantan pemimpin redaksi Gorontalo Post itu, menyarankan, agar masjid Raya tersebut dibangun di sekitar blockplan provinsi di Kecamatan Bulango Selatan dan Kecamatan Tapa, di sekitar sungai bulango.
“Ya, Ini dekat GORR perbatasan antar Bone Bolango, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo. Ini di tengah tengah sehingga sangat strategis. Dan menjadi kutub pertumbuhan baru di Provinsi Gorontalortlo,” ungkap Hamim.
Bupati Bone Bolango dua periode ini berharap agar jangan semua terkonsentrasi di kota yang sudah sangat sesak, macet, dan menjadi epicentrum semua kegiatan.
“Jadi dengan lanscap sungai menjadi sangat indah untuk masjid raya. Juga kampanye pelestarian lingkungan dan air, “tandas doktor kemiskinan ini. Dukungan realisasi islamic center juga disampaikan Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo.
Menurut Nelson, realisasi islamic center termasuk dalam status mendesak. Nelson yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia ini menekankan agar islamic center tak sekadar program, tanpa realisasi.
“Pertama saya berharap Islamic Center ini betul-betul jadi. Karena ini ikon, ini aura. Ini martabat kita warga Gorontalo,” tegas Nelson.
Apalagi sambungnya, sebagai daerah berlambang masjid, dengan semboyan Adat Bersendikan Sara, Sara Bersendikan Kitabullah, keberadaan islamic center ini begitu penting. “Kita sudah 20 tahun menjadi provinsi, tapi hari ini (islamic center) belum jadi. Maka saya sampaikan, dukungan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo itu besar,” terang dia.
Tentu untuk membangun ikon daerah, Masjid Raya kata Ketua DMI itu harus berada di lokasi strategis, yang bisa dilihat semua orang. Kedua aksesibilitasnya juga harus bagus. Serta berada di lokasi yang banyak penduduk.
“Oleh karena itu saya menyarankan berada di Kabupaten Gorontalo. Karena Kabupaten Gorontalo itu adalah Sentralnya Gorontalo. Semua orang lalu lalang di sini. Sehingga lambang itu kelihatan, aksesibilitasnya bagus, dan penduduk terbesar di Kabupaten Gorontalo.
Saya lihat ini bukan sebagai bupati, tapi kita lihat sesuai kepentingan Provinsi Gorontalo secara keseluruhan, dan hal ini sudah kita (DMI) bahas bersama ” terangnya.
Jika pembangunan masjid berada di Kabupaten Gorontalo, Nelson menyiapkan dua lokasi. Alternatif pertama yakni berada di bantaran danau Limboto. Alasannya, karena pesisi danau saat ini sementara di revitalisasi sehingga pembebasan lahan masih murah.
Alasan kedua menjadi salah satu bagian dari penataan danau Limboto. Ketiga aksesibilitasnya juga tersedia berupa jalan lingkar yang menghubungkan dua daerah.
Ketiga biasanya masjid yang berada di pinggiran danau dan laut bisa menjadi potensi wisata religi. Keempat bisa berdampak pada masyarakat di situ .
Alternatif kedua yang disiapkan yakni di lokasi Gorontalo Outer Ring Road. Tepatnya di wilayah Telaga. Daerah ini tepat berbatas dengan dua daerah lainnya, kota dan Kabupaten Bone Bolango. Daerah ini juga memiliki aksesibilitas yang bagus, serta penduduk yang banyak. Serta menjadi jalur lalu lalang warga.
“Dan paling penting tanah disana masih murah. Saat ini Pemprov memiliki dana Rp15 miliar, yang kalau digunakan untuk pembebasan lahan di area kota itu akan tersedot semua. Kalau di Kabupaten Gorontalo, saya minta hanya Rp 5 miliar, sudah saya siapkan 10 hektar.
Sehingga Rp10 miliar sisanya sudah bisa digunakan pembangunan tahap awal. Dan jika setiap tahunnya ini dianggarkan, saya perkirakan tiga tahun bisa selesai. Nanti kita keroyok dari kabupaten-kota.
Ini sama dengan SPN (Sekolah Polisi Negara). Kenapa SPN bisa kita bangun bersama, masjid kita tidak bisa,” tegas sang profesor.
Untuk mewujudkan itu, Nelson berharap semua pihak bisa duduk bersama. Bukan hanya dari pemerintah. Tetapi juga melibatkan organisasi Islam lainnya.
“Sebagai Dewan Masjid Indonesia sudah 15 tahun saya usulkan ini tapi tidak jadi. Saya berharap dengan pejabat gubernur baru ini, kalau dapat duduk bersama dan buat perencanaan yang bagus. Insya Allah jika kita punya tekad, dua hingga tiga tahun ke depan selesai,” pungkas Nelson. (roy/nat)












Discussion about this post