Gorontalopost.co.id, POHUWATO –- Penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato terus berlanjut. Kepolisian menegaskan tidak tinggal diam menghadapi aktivitas tambang illegal Terkini PETI yang masih merajalela berada di kawasan Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.
Kondisi ini kian mengkhawatirkan karena dampak dari penambangan ilegal ini menyebabkan material lumpur dari kawasan tambang mendekati badan jalan penghubung yang digunakan masyarakat. Jika tidak segera ditangani, aktivitas pertambangan tersebut berpotensi mengganggu akses warga hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Informasi terkini pada Rabu (14/10/2026) ditemukan dua unit alat berat jenis excavator merek Komatsu dan Hitachi tengah beroperasi di lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas PETI. Temuan tak berhenti pada dua unit alat berat tersebut.
Di sejumlah titik lain kawasan Botudulanga, terlihat pula excavator merek Kobelco, Sany, Zoomlion hingga CAT yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas.
Begitu Banyaknya alat berat yang terlihat di kawasan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai legalitas kegiatan, izin operasional, serta pengawasan terhadap aktivitas pertambangan yang berlangsung di lokasi.
Jika kegiatan itu terbukti merupakan PETI, aparat penegak hukum dan instansi teknis perlu mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku. Terlebih, dampak yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan dugaan pelanggaran pertambangan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan perlindungan fasilitas umum.
Sementara itu Kapolres Pohuwato AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H. menegaskan, penertiban akan terus dilaksanakan. Menurutnya, hasil operasi selama Oktober 2026 masih dalam proses pendataan karena kegiatan penindakan di lapangan belum berakhir. “Kalau mereka masih nekat, ya sudah. Misalnya nanti ketangkep, eksekusi aja,”tegas Busroni.
Lebih lanjut perwira dua melati ini menegaskan, pihaknya akan akan terus melakukan penertiban di lokasi PETI yang masih beroperasi. “Kami juga nggak tinggal diam, kami terus melakukan penertiban,”tandas Busroni. (roy)













Discussion about this post