gorontalopost.co.id – Urusan keselamatan di jalan raya sering kali dianggap angin lalu. Namun, suasana di Astra Motor Safety Riding Center Semarang pada 6–8 Oktober lalu terasa berbeda. Ada antusiasme yang hangat ketika ratusan pelajar dan guru berkumpul untuk satu misi: mengubah cara pandang generasi muda tentang keselamatan berkendara. Lewat ajang Cari Aman Academy 2026, PT Astra Honda Motor (AHM) memboyong 570 peserta dari 38 sekolah binaan se-Indonesia, termasuk utusan PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) main dealer sepeda motor honda wilayah Gorontalo, Sulut, dan Maluku Utara.
Mengusung tema “The Next Change Makers, Jago Cari Aman Biar Happy”, ajang ini bukan sekadar kompetisi gaya-gayaan, melainkan wadah mencetak pionir budaya tertib berlalu lintas. Para peserta diuji secara menyeluruh, mulai dari pemahaman teori (Knowledge), ketangkasan manuver slalom hingga keseimbangan di atas Honda BeAT (Skill), hingga cara mengemas pesan edukasi agar relevan bagi teman sebaya (Creativity). Sentuhan emosional terasa kuat saat Deca Auliya Putri, siswi SMK Islam Krembung, Jawa Timur, menyabet penghargaan Agent Award.
Deca mengaku perjalanan ini mengubah cara pandangnya secara personal. “Awalnya saya cuma ingin belajar berkendara yang benar. Namun, lewat kompetisi ini, saya sadar kalau kami sebagai pelajar punya peran buat jadi contoh,” tutur Deca.
Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh para pendidik. Mahendra Hayu Alfiansyah dari SMAN 1 Sumberpucung, Jawa Timur, berhasil meraih Task Force Award atas dedikasinya mendampingi dan membimbing para siswa. General Manager Marketing Planning & Analysis AHM Andy Wijaya, menegaskan bahwa pendekatan lewat teman sebaya dan keteladanan guru adalah kunci utama.
Bahasa keselamatan harus disampaikan dengan cara yang masuk di akal dan dekat dengan keseharian mereka. “Lewat Cari Aman Academy, kami berharap para peserta membawa pulang semangat untuk menumbuhkan budaya keselamatan di lingkungan mereka,” kata Andy dalam keterangannya, Jumat (9/10). Digelar di fasilitas Safety Riding Center Semarang seluas 1 hektare yang baru diresmikan Juli lalu, ajang ini membuktikan bahwa edukasi keselamatan tak harus kaku. (jpnn)














Discussion about this post