gorontalopost.co.id – Di tengah aktivitas masyarakat di wilayah Suwawa, sosok Narna Suryaya (50) tampak setia menjalankan aktivitasnya sebagai pedagang somay. Pria asal Cianjur ini telah merantau ke Gorontalo sejak tahun 2016 untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
Keputusannya merantau bukan tanpa alasan. Narna datang ke Gorontalo dengan mengikuti seorang pemilik usaha yang menaungi sekitar 15 pekerja. Para pekerja tersebut kemudian ditempatkan di berbagai lokasi berbeda untuk berjualan, sementara Narna mendapatkan area di Suwawa sebagai tempatnya mencari nafkah setiap hari.
“Awalnya saya ikut bos ke sini karena memang butuh pekerjaan. Waktu itu belum tahu kondisi di Gorontalo seperti apa, tapi saya coba saja. Setelah sampai di sini, langsung belajar jualan dan sampai sekarang masih bertahan. Sudah hampir sepuluh tahun, jadi sudah terbiasa dengan lingkungan dan pembeli di sini,” ujar Narna saat ditemui di sela aktivitasnya. Rabu (1/4/2026)
Dalam kesehariannya, Narna membawa sekitar 700 porsi somay untuk dijual. Jumlah tersebut tidak selalu habis, karena bergantung pada kondisi pembeli di lapangan. Meski demikian, ia tetap menjalankan rutinitasnya dengan konsisten dari hari ke hari.
“Kadang ramai, kadang juga sepi, tidak bisa dipastikan. Kalau lagi ramai bisa cepat habis, tapi kalau sepi ya harus sabar. Yang penting tetap jualan saja setiap hari, karena ini sudah jadi sumber penghasilan utama,” tambahnya.
Dari hasil penjualan tersebut, Narna memperoleh upah sebesar 30 persen. Sistem bagi hasil ini menjadi sumber penghasilan utamanya selama hampir satu dekade menjalani pekerjaan sebagai pedagang somay di perantauan.
Kisah Narna mencerminkan realitas pekerja sektor informal yang menggantungkan hidup pada usaha harian. Dengan ketekunan dan konsistensi, ia terus menjalani pekerjaannya demi memenuhi kebutuhan hidup di tanah rantau. (mg-07)














Discussion about this post