Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pasar murah terus digelar untuk mentralisir harga dan kebutuhan bahan pokok, serta untuk mengendalikan inflasi daerah.
Di Gorontalo kebutuhan bahan pokok terus meningkat, bahkan hingga pasca idulfitri, sebab masyarakat masih menyiapkan tradisi perayaan ketupatan yang biasanya berlangsung tujuh hari setelah idulfitri.
Pasar murah kali ini diselenggarakan, Kamis (26/3), di Desa Yosonegoro atau Kampung Jawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, yang menjadi pusat perayaan ketupatan.
Pada pelaksanaan pasar murah kali ini, disiapkan sebanyak 1.000 paket dengan tujuh komoditas kebutuhan pokok bersubsidi bagi masyarakat.
Komoditas tersebut meliputi beras 5 kg seharga Rp25.000, minyak goreng Rp10.000 per liter, cabai rawit Rp10.000 per 0,25 kg, bawang merah Rp10.000 per 0,5 kg, gula pasir Rp10.000 per kg, telur Rp10.000 per 10 butir, serta ayam pedaging Rp20.000 per ekor.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari upaya membantu meringankan beban warga menjelang hari raya. “Pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang momen hari raya,” kata Gusnar.
Ia juga menyampaikan bahwa program pasar murah akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten. Upaya ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat ke depannya.
Sementarea itu, masyarakat antusias untuk berbelanja di pasar murah. Warga menilai program ini efektif membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran.
“Semua kebutuhan seperti beras, telur, dan minyak goreng ada di sini dan harganya jauh lebih murah dibanding pasar, sangat membantu kami,” ujar Dewi, salah satu warga saat usai berbelanja.
Sebagai seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Dewi mengungkapkan beberapa bahan pokok seperti rica, bawang merah, dan minyak goreng saat ini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan di pasaran.
Kondisi tersebut membuat kehadiran pasar murah menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam menjaga daya beli. “Yang naik itu rica, bawang merah, sama minyak goreng, jadi pasar murah ini sangat meringankan kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Dewi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Gorontalo atas program subsidi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan komoditas yang lebih lengkap. Kedepannya komoditas yang dijual diharapkan dapat lebih lengkap, khususnya bawang putih yang menjadi kebutuhan penting rumah tangga. (tro)












Discussion about this post