Gorontalopost.co.id, POHUWATO -– Camat Taluditi, Irfan Lalu,S.E. secara tegas meminta aparat penegak hukum, agar dapat melakukan penertiban di wilayah pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang diduga berada di wilayah Kecamatan Taluditi.
Dijelaskannya, kurang lebih lima bulan menjabat sebagai Camat Taluditi, dirinya sering mendapatkan informasi dari masyarakat dan bahkan melalui media sosial (Medsos), di mana di Kecamatan Taluditi terdapat PETI. Oleh karena itu, menindaklanjuti hal tersebut, diharapkan agar aparat penegak hukum bisa melakukan penertiban terhadap PETI tersebut.
“Kehadiran PETI memberikan dampak buruk. Mulai dari perusakan lingkungan, rawan terjadinya bencana alam baik itu banjir, longsor dan bahkan bisa memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya penyakit malaria. Oleh karena itu, perlu dilakukan penindakan, sehingga tidak ada PETI lagi di wilayah Pohuwato, khususnya Kecamatan Taluditi,” tegasnya.
Ditambahkan pula, pihaknya dari pemerintah kecamatan dan juga Polsek Taluditi, telah melakukan upaya atau pun langkah pencegahan. Contohnya saja dengan melakukan operasi atau razia BBM jenis solar, yang terinformasi sering masuk ke lokasi PETI.
Meski demikian, selama sepekan dilakukan operasi, tidak ditemukan adanya penyaluran BBM jenis solar tersebut. “Kami pada dasarnya dari pemerintah kecamatan dan juga pemerintah desa serta masyarakat, mendukung upaya penindakan atau pun penertiban lokasi PETI,” ungkapnya.
Lanjut kata mantan Camat Buntulia ini, selain dilakukannya penertiban, pihaknya turut mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, agar dapat mewujudkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di wilayah Kecamatan Taluditi.
Ini dikarenakan, hampir semua masyarakat yang ada di Pohuwato, bekerja sebagai penambang, termasuk masyarakat yang ada di Kecamatan Taluditi. Oleh karena itu, ketika penertiban dilakukan, maka sudah pasti masyarakat penambang akan merasakan dampak, khususnya perekonomian mereka.
Oleh karena itu, untuk mengatasi persoalan perekonomian tersebut, maka diharapkan pemerintah bisa mewujudkan WPR dan IPR di Kecamatan Taluditi.
“Kita ketahui bersama bahwa pendapatan masyarakat saat ini menitik berat pada hasil pertambangan. Oleh karena itu, ketika penertiban dilaksanakan, maka diharapkan agar pemerintah bisa mewujudkan pula WPR dan IPR, sehingga perekonomian masyarakat tetap stabil,” jelasnya.
Sementara itu, diwawancarai terpisah Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H. menyampaikan, pihaknya merespon baik permintaan atau pun harapan dari Camat Taluditi atau pun pemerintah serta masyarakat Kecamatan Taluditi. Tentunya hal ini akan ditindaklanjuti. Apalagi dengan adanya dukungan pemerintah setempat dan juga masyarakat.
“Nanti akan kami tindaklanjuti informasi atau penyampaian ini. Kami pun berterima kasih atas dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa serta kecamatan, untuk penertiban PETI,” pungkasnya. (kif)












Discussion about this post