Gorontalopost.co.id, POHUWATO -– Penggunaan knalpot brong dan masyarakat yang melakukan aksi balapan liar selama bulan suci Ramadan, langsung ditindak oleh Satuan Lalu Lintas Polres Pohuwato. Ini dibuktikan dengan diamankannya puluhan sepeda motor oleh anggota Lantas.
Data yang dirangkum Gorontalo Post, ada kurang lebih 21 sepeda motor yang diamankan oleh anggota Lantas Polres Pohuwato. Rata-rata sepeda motor tersebut menggunakan knalpot brong serta sudah tidak ada kelengkapan lainnya, baik itu kaca spion, plat nomor dan lain sebagainya.
Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H., melalui Kasat Lantas, Iptu Jefriansyah Tangahu,S.H. menjelaskan, selama bulan suci Ramadan, pihaknya rutin melakukan operasi lalu lintas, baik itu secara stasioner maupun dengan sistem hunting.
Hal ini tidak lain untuk meminimalisir adanya pelanggaran lalu lintas, khususnya penggunaan knalpot brong yang saat ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat.
“Dari pelaksanaan operasi lalu lintas yang kami laksanakan, ada kurang lebih 21 unit sepeda motor yang kami amankan. Rata-rata sepeda motor tersebut menggunakan knalpot brong. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang hendak menjemput kendaraannya, maka diwajibkan untuk mengganti knalpotnya dengan menggunakan knalpot standar,” tegasnya.
Lanjut kata mantan Kapolsek Taluditi ini, selain melakukan operasi lalu lintas, pihaknya pula turut melakukan pengaturan lalu lintas pada jam-jam pada kendaraan. Contohnya saja saat menjelang buka puasa. Biasanya dibeberapa lokasi terjadi kemacetan.
Contohnya saja di simpang empat traffic light Polsek Marisa, lokasi pasar dan titik-titik rawan kepadatan kendaraan. Selain itu, para pengendara pula senantiasa diingatkan untuk taat serta patuh terhadap lalu lintas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua anak-anak, agar dapat mengawasi anaknya ketika menggunakan kendaraan. Jangan sampai mereka ikut balap liar atau tidak lengkap saat mengemudikan kendaraan. Stop pelanggaran, stop kecelakaan. Keselamatan untuk kemanusiaan,” pungkasnya. (kif)













Discussion about this post