Gorontalopost.co.id, POHUWATO -– Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H. mengajak seluruh elemen masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan perusakan.
Hal ini disampaikannya pada saat menjadi Khatib Salat Jumat di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Jumat (27/2). Di hadapan para jamaah, orang nomor satu di Polres Pohuwato ini menyampaikan khotbah tentang tujuan hidup manusia di muka bumi.
Dikatakannya, tujuan utama dari hidup bukan karir, bukan pangkat, jabatan dan lain sebagainya, akan tetapi ibadah kepada Allah SWT. Meski demikian, ibadah yang dilakukan bukan hanya sekedar salat saja, melainkan ada banyak hal atau tata cara dalam beribadah.
“Ketika seseorang memahami tujuan hidupnya, maka setiap perbuatannya adalah amal dan dihitung ibadah, karena itulah banyak orang yang merasa hampa karena tidak mengetahui tujuan hidupnya,” ujarnya.
Lanjut kata AKBP Busroni, tujuan hidup yang pertama adalah mengabdi kepada Allah SWT. Allah SWT ingin manusia mencintai-Nya, manusia patuh kepada-Nya, Allah ingin manusia tunduk kepada-Nya. Pada dasarnya manusia bisa memilih jalan hidup mereka masing-masing.
Namun apabila tujuannya bukan semata untuk Allah SWT, maka semua akan sia-sia begitupun sebaliknya. Selanjutnya, tujuan hidup berikut adalah ujian. Dalam menghadapi ujian, manusia harus serius. Ini dikarenakan ke depan akan menentukan nasib kita di akhirat.
“Allah SWT menciptakan mati dan hidup untuk menguji kita. Sebenarnya hidup adalah ujian dan setiap ujian memiliki nilai. Ujian datang dari berbagai bentuk, ada yang diuji dengan kesehatan, kelimpahan, kesenangan, dan lain sebagainya. oleh karena itu, dengan adanya ujian tersebut kita akan memiliki arah. Ujian pula bukanlah akhir dari kehidupan,” paparnya.
Ditambahkan pula, selain tujuan hidup manusia untuk mengabdi dan diuji, tujuan selanjutnya adalah dipilih. Dipilih yakni sebagai khalifah atau pemimpin. Pemimpin bukan nanti sebagai kepala daerah saja, akan tetapi pemimpin untuk diri pribadi. Sebagai pemimpin di muka bumi, maka sudah selayaknya agar setiap manusia menjaga apa yang diciptakan oleh Allah SWT, khususnya menjaga lingkungan.
“Jangan kita menjadikan bumi sebagai tempat kemaksiatan. Sebaliknya, kita harus bertindak sesuai dengan kehendak Allah, dan itu disebut ke Khalifahan. Dan jika individu dapat memainkan peran dirinya sebagai khalifah, maka hidupnya akan lebih damai,” ungkapnya.
Tujuan hidup berikutnya kata Kapolres yang merupakan mantan santri ini adalah, bersyukur dan berfikir. Bersyukur akan nikmat dan sadar akan posisinya. Allah memberikan anggota tubuh dan kesehatan setiap hari, gantinya adalah bersyukur.
Bukan hanya dengan ucapan Alhamdulillah, tetapi dengan tindakan. Allah menginginkan manusia agar dapat merenung dengan pemikiran masing-masing atas ciptaannya dan sebagai tanda kebesarannya.
“Tujun akhir manusia adalah pertemuan dengan Allah. Barang siapa yang ingin bertemu dengan-Ku, maka berbuatlah amal sholeh dan harus diupayakan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya. (kif)












Discussion about this post