Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Sebagai bentuk solidaritas terhadap korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya perjuangan Ibu Sumarsih yang kehilangan anaknya dalam peristiwa kekerasan negara.
Sejumlah aktivis HAM menggelar aksi Kamisan perdana digelar di Perlimaan Talaga, Kota Gorontalo, pada Kamis (26/2/2026) sore. Aksi yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 17.30 WITA ini diikuti oleh enam orang peserta dan dikoordinatori oleh Gilang Dalu (23), seorang warga asal Malang, Jawa Timur.
Aksi Kamisan merupakan gerakan nasional yang telah berlangsung selama 19 tahun di Indonesia Koordinator aksi, Gilang Dalu, mengatakan bahwa dirinya ingin membawa gerakan Aksi Kamisan ke Gorontalo agar masyarakat lebih sadar terhadap kondisi sosial dan hukum di Indonesia.
“Saya ingin menyebarkan gerakan Aksi Kamisan di Gorontalo supaya gerakan ini bermula dari bawah, dari akar rumput, untuk menyadarkan masyarakat bahwa Indonesia tidak baik-baik saja,” ujar Gilang kepada wartawan di lokasi aksi.
Dalam orasinya, para peserta menyoroti sejumlah persoalan, salah satunya kasus pembunuhan seorang siswa di Tual yang dilakukan oleh oknum Brimob menggunakan helm.
Kasus tersebut menjadi perhatian khusus karena dinilai bertentangan dengan tugas aparat sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. “Polisi seharusnya melindungi, mengayomi, dan menegakkan hukum, bukan justru menjadi pelaku kekerasan,” kata Gilang.
Terkait sanksi yang telah dijatuhkan kepada pelaku berupa pemberhentian tidak dengan hormat, Gilang menilai bahwa keadilan bersifat subjektif dan tidak bisa diukur hanya dari sanksi administratif.
“Orang Gorontalo harus melek dengan keadaan yang terjadi di luar Gorontalo, jangan hanya fokus pada Gorontalo saja. Ini juga menjadi pengingat bagi aparat di Gorontalo agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti di daerah lain,” ujarnya. (Mg-05/mg-04)












Discussion about this post