Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025 tercatat positif sebesar 5,71 persen (yoy). Kinerja positif ini ditopang beragam sektor, dengan yang masih pertanian masih menjadi kontributor utama PDRB.
Kondisi itu, membuat Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo optimis perekonomian di Gorontalo akan terus meningkat, bahkan melebihi target pencapaian ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Setya Permana, dalam paparanya saat refleksi satu tahun pemerintahan Gubernur Gusnar Ismail – Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie di Hulondhalo Ballroom, Selasa (24/2) menyebutkan, optimisme pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang akan terus meningkat itu tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) Gorontalo yang terus meningkat, dan kemiskinan yang terus menurun, serta indeks pembangunan manusia yang terus membaik di tahun 2025. “Hal ini menunjukan bahwa angka pertumbuhan yang ada merata dirasakan oleh masyarakat Gorontalo,”ujar Bambang Setya Permana.
Selanjutnya kata dia, pertumbuhan ekonomi yang baik itu, juga didukung dengan laju inflasi pada tahun 2025 yang terjaga, dan tercatat 2,52 persen (yoy). Menurut dia, anka inflasi itu merupakan titik optimum dari laju inflasi berdasarkan target inflasi nasional.
Lebih lanjut Bambang Setya Permana mengatakan, laju inflasi yang terkendali ini merupakan hasil dari sinergi semua anggota tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Provinsi Gorontalo. Kerja keras TPID ini mendapat pengakuan sebagai TPID Provinsi dengan kinerja terbaik 2 di wilayah Sulawesi.
Bank Indonesia juga mengapresiasi atas dukungan Gubernur Gusnar Ismail, dan Wakil Gubernur Idah Syahidah terkait percepatan dan perluasan digitalisasi pembayaran di Gorontalo.
“Merchant QRIS di Gorontalo pada tahun 2025 mencapai lebih dari 150 ribu marchan, yang 95 persen diataranya adalah merchant dari usaha mikro dan menengah,”tandasnya. (tro)












Discussion about this post