Gorontalopost.co.id, GORONTALO –– Bazar ramadan yang digagas Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo resmi dimulai setelah Opening Ceremony yang dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dan Wakil Gubernur Idah Syahidah, di Galeri UMKM Olaku, Senin (23/2). Kegiatan yang merupakan agenda tahunan ini, merupakan upaya memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Gorontalo.
Bazar Ramadan 2026 akan berlangsung hingga 15 Maret 2026, dengan menampilkan menampilkan produk dari 175 UMKM, serta pondok pesantren dan kelompok tani mitra Bank Indonesia, mulai dari olahan pangan, kerajinan, fesyen, hingga pangan organik yang dihasilkan pelaku UMKM, klaster pangan, serta pondok pesantren sebagai bagian dari penguatan rantai nilai halal sekaligus perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Rangkaian kegiatan Bazar Ramadan juga diisi dengan kegiatan talk show interaktif mengenai pengembangan UMKM, ekonomi keuangan digital dan pelindungan konsumen. Selain itu, dilakukan juga Gerakan Sadar ZISWAF, serta berbagai lomba bertema UMKM dan ekonomi syariah yang dapat meningkatkan literasi ekonomi keuangan yang inklusif.
Sebagai bentuk inovasi, Bazar Ramadan 2026 juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu, bazar turut menampilkan produk pangan organik yang dihasilkan UMKM binaan dan mitra kelompok tani, serta pesantren Bank Indonesia.
Inovasi ini diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.
Bazar Ramadan diharapkan turut mendorong aktivitas ekonomi selama Ramadan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Gorontalo, yang mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 6,12 persen (yoy) pada Triwulan IV 2025. (tro)













Discussion about this post