Gorontalopost.co.id, PAGUYAMAN –– Setelah dinyatakan hilang saat keluar rumah sejak Sabtu (14/2/2026). Seorang siswi Kelas VI Sekolah Dasar (SD) justru ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa mengapung di pantai Bubaa. Korban ditemukan warga tak jauh dari rumahnya warga di Desa Lito, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Ahad, (15/2/2026).
Terungkapnya kematian Deis yang sudah dua hari korban dicari pihak keluarga setelah pukul 16.00 WITA, personel Polsek Paguyaman Pantai menerima laporan perihal adanya mayat perempuan yang terapung di pantai Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai.
Setelah mendapat informasi, petugas bersama warga bergegas menuju lokasi penemuan mayat tersebut. Selanjutya mayat tersebut langsung di evakuasi dari lokasi ke Puskesmas Paguyaman Pantai oleh anggota Polsek dibantu warga setempat
Menurut keterangan saksi yang pertama kali menemukan mayat tersebut, sebelumnya sekitar pukul 15.30 WITA, saksi bersama beberapa temannya sedang dalam perjalanan menuju Desa Limba menggunakan mobil pick-up.
Sekitar pukul 16.00 WITA, saat melewati Desa Bubaa, saksi melihat sesuatu di balik batu di pantai, berjarak sekitar dua meter, yang tampak seperti boneka. Saksi membiarkannya dan melanjutkan perjalanan ke Desa Limba.
Saat pulang melewati rute yang sama, saksi memeriksa lokasi tersebut. Setelah mendekat, tercium bau menyengat, dan terlihat mayat perempuan yang sudah terapung. Berdasarkan hasil penyelidikan Polsek, mayat tersebut bernama Ramna Ilato (13 ).
Untuk mengetahui pasti penyebab kematian bocah yang kerap disapa Deis tersebut, Polsek terus menggali informasi dari saksi saksi, berkoordinasi dgn aparat desa setempat serta berkooridinasi dengan pihak rumah sakit.
“Ya, untuk memastikan penyebab Utama kematian korban, maka jasadnnya dibawa ke Rumah Sakit Aloe Saboe Kota Gorontalo sambi menunggu tim dokter Manado guna proses autopsi. Untuk hasilnya kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” jelas Kasat Reskrim Polres Boalemo Iptu Nurwahid Kiay Demak saat dikofirmasi Gorontalo Post,Selasa (17/2/2026).
Lebih lanjut Iptu Nurwahid menambahkan, pihaknya juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Pperkara (TKP) serta pemeriksaan saksi guna proses lidik. “Dugaan sementara korban meninggal karena ada unsur kekerasan. Sebab dari visum luar,ada tanda-tanda luka benda tumpul di bagian leher.
Selain itu, dibagian kemaluan korban juga keluar darah. Nah, kematian tidak wajar yang dialami korban ini yang akan kami selidiki lebih lanjut,”tandas mantan penyidik handal di Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Gorontalo ini. (roy)











Discussion about this post