Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Stroke saat ini telah menempati posisi sebagai penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Untuk itu, Pengurus Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Wilayah Gorontalo, kembali melakukan terobosan besar sebagai upaya pencegahan dini atas meningkatnya penyakit stroke.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melakukan kegiatan amal berupa penyuluhan terkait bahaya penyakit stroke serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di rumah dinas Yiladia Kota Gorontalo, Ahad (15/2/2026).
Penyuluhan kesehatan yang dipimpin langsung Ketua Yastroki Gorontalo “dr. Irianto Dunda, Sp.N l itu bertepatan di momen kuliah subuh yang dihadiri langsung Walikota Gorontalo Adhan Dambea serta seluruh jajarannya.

Ribuan warga yang turut meramaikan kegiatan itu tampak antusias mendengarkan edukasi dari dr Irianto Dunda perihal pengenalan factor risiko dan gejala stroke saat ini yang tercatat sebagai penyakit nomor dua tertinggi di dunia dan nomor satu tertinggi di Indonesia.
“Hadirnya Yastroki Gorontalo adalah langkah awal memperbaiki sistem pelayanan stroke. Banyak keterlambatan penanganan terjadi, sehingga kolaborasi Yastroki–Perdosni harus membuat kita bergerak lebih cepat,” katanya.
Diakui dr Irianto, selama ini banyak pasien datang terlambat melebihi waktu penanganan efektif. Ada yang datang setelah 4,5 jam, bahkan 1–2 hari karena lebih dulu ke mantri, dokter umum, atau pengobatan alternatif.

Padahal, stroke memiliki waktu emas hanya dua sampai tiga ¹jam. Salah satu tindakan penting adalah trombolisis, yang sebenarnya sudah dilakukan di Jakarta sejak 15 tahun lalu, tetapi di Gorontalo baru mulai berkembang.
Sekitar 80 sampai 86 persen adalah stroke sumbatan, sisanya perdarahan. Menentukan jenisnya wajib lewat CT-scan. Bila datang cepat, hasilnya jauh lebih baik.
“Alhamdulillah pada kesempatan kuliah subuh yang begitu banyak massa mayoritas usia menengah keatas, kami memberikan penyuluhan perihal bagaimana menghindari serangan stroke,”ujar dr Irianto.
Pihaknya juga tambah dr. Irianto menggandeng Dinas Kesehatan Kota Gorontalo untuk mengecek penyakit tidak menular yakni stoke, jantung dan kanker. Cek kesehatan itu diakui dr Irianto gratis karena memang program pemerintah pusat yang disebarkan di seluruh Indonesia melalui dinas Kesehatan.
“ini yang menjadi alasan kami ikut bergabung dalam kegiatan tersebut karena memang kami tau bahwa stroke merupakan penyakit tertinggi nomor dua di seluruh dunia, dan di Indonesia nomor satu. Banyak sekali pasien stroke jika tidak ditangani dengan baik maka akan mengalami kematian,”jelas dr. Irianto.
Lebih lanjut dikatakan dr. Irianto, kegiatan tersebut kali pertama dilaksanakan karena pengurus Yastroki Gorontalo baru dilantik pada 7 Desember 2025.
“Kami baru dilantik, dan pak Walikota Gorontalo Adhan Dambea adalah Pembina Yastroki. Harapan saya semoga masyarakat kita khususnya diatas usia 50 tahun akan lebih sadar lagi bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan terutama penyakit tidak menular seperti stroke,”tandas dr. Irianto.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo – Dr. Muhammad Kasim,M.Sc.Apt mengatakan, pihaknya memang rutin melakukan cek Kesehatan gratis untuk menjangkau seluruh masyarakat di Kota Gorontalo.
“Ya. kebetulan Yastroki mengajak kerjasama dalam rangka halal bi halal. termasuk menyediakan fasilitas CKG, Nanti kita lihat kalau mamang sambutan masyarakat bagus kita akan lakukan secara rutin kegiatan seperti ini,”tutup Kasim. Momen ini juga dirangkaikan dengan skrining vestibular serta pemberian sembako. (roy)












Discussion about this post