Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Bak pengisian jabatan menteri dalam kebinet Presiden dan Wakil Presiden, sejumlah pejabat yang berpeluang menduduki posisi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Gorontalo, dipanggil satu-satu oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, ke rumah dinas (Rudis) Gubernur Gorontalo.
Pemanggilan para pejabat ini sudah berlangsung sejak Rabu (7/1) malam. Mereka datang satu persatu, langsung masuk ke ruangan Rudis. Di situ, mereka menemui Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Kabarnya, para pejabat diwawancara langsung 0leh Gubernur, berkaitan dengan rencana perombakan kabinet yang segera dilakukan
. Gusnar ingin memastikan, mereka siap kerja dengan mampu mewujudkan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur, serta komtimen siap ditempatkan dalam posisi apa saja. Setidaknya ada 15 pejabat yang diundang langsung Gubernur malam itu, mereka rata-rata menghabiskan 10-15 menit wawancara langsung dengan Gubernur.
“Saya ditanyakan bagaimana potensi peningkatan PAD,” kata Risjon Sunge kepada wartawan singkat. Ia pejabat yang pertama keluar dari ruang rumah dinas usai diwawancarai. Risjon saat ini adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Informasi yang diperoleh, topik yang dibahas tak ringan, meliputi seputar peningkatan PAD, program strategis, efektivitas PNS dan PPPK, hingga kesiapan ditempatkan di mana saja.
“Pak Gubernur menanyakan teknis pengembangan rumput laut di Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara. Soal mutasi itu ranah beliau, saya siap ditempatkan di mana saja,”kata Sila Botutihe, Kadis Perikanan yang keluar sekira pukul 19.15 Wita. Kepada Kadis Perhubungan Jamal Nganro, kepada Gubernur malam itu menyampaikan terkait konektivitas udara.
“Akan dibuka lagi penerbangan Gorontalo–Manado. Pak Gubernur minta surat segera dimasukkan ke sistem. Jika jadi, rutenya Gorontalo–Manado–Makassar–Jakarta. Sebagai ASN, kapan saja saya siap,”katanya.
Para pejabat yang ‘menghadap’ malam itu antara lain, Inspektur Provinsi Gorontalo Zukri Suratinojo, Staf Ahli Gubernur, Masran Rauf, Sekretaris DPRD Sudarman Samad, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Rusli Nusi, Kadis Pariwisata, Aryanto Husain, Kadis PUPR Aris Ardianto, Kadis Kominfotik Sri Wahyuni Daeng Matona, Kadis Perpustakaan Ridwan Hemeto, Kadis DPMPTSP Sultan Kalupe, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Faisal Lamakaraka, Kepala BPBD Bambang Handoki, dan Kadis Pemuda Olahraga Daniel Ibrahim.
Pemanggilan bagi para pejabat berlangsung hingga Kamis (8/1). Terlihat di Rudis Gubernur sore kemarin, terdapat lima pejabat yang hadir. Mereka masing-masing Kadis Satpol PP Taufik Sidiki, Sekretaris DPRD Sudarman Samad, Kepala Bappeda Wahyudin Katili, Kadis Pertanian Mulyadi Mario, dan Kepala Biro Umum Amir Hadju.
JANGAN KE LUAR KOTA
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie usai rapat pimpinan di aula Rudis Gubernur Gorontalo, Kamis (8/1), tak menapik jika pelaksanaan mutasi pejabat akan segera dilakukan.
“Dalam waktu dekat,”ujar Idha kepada wartawan. Idah tidak merinci tanggal pasti pelaksanaan mutasi, hanya saja mantan Anggota Fraksi Golkar DPR RI ini, menekankan agar para pejabat di lingkungan Pemprov Gorontalo untuk menahan diri tidak keluar daerah dalam beberapa hari ini. Hal itu juga kata dia menjadi penekanan Gubernur Gusnar Ismail saat rapat pimpinan. “Pak Gubernur tadi menyampaikan jangan keluar daerah,”tegasnya.
Seperti diketahui pelaksanaan mutasi kali ini tak lepas dari penyesuaian stuktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Gorontalo yang baru saja dilakukan penyesuaian. Terdapat sejumlah OPD yang berubah, seperti Dinas Pariwisata menjadi Dinas Pariwisata Ekraf, Pemuda dan Olahraga (Disparekraf-Pora).
Kehadiran Disparekraf-Pora ini berarti menghapus Dinas Pemuda dan Olahraga. Begitu pun dengan Dinas Pertanian yang diganti dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan, sementara Badan Keuangan dan Aset Daerah, dipecah menjadi dua lembaga, yakni Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Badan Pendapatan Daerah. (tro)













Discussion about this post