Gorontalopost.co.id, MANADO — Komisaris Utama Bank SulutGo (BSG), Ramoy Markus Luntungan mengingatkan kepada seluruh karyawan untuk menjaga pertumbuhan usaha pada tahun 2026. Bagi dia, tahun baru merupakan momentum yang tepat untuk menjaga hal tersebut.
“Momentum awal tahun ini menjadi titik tolak strategis bagi BSG untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan digitalisasi. Selain itu, penting juga bagi kita untuk menjaga momentum pertumbuhan di tahun 2026,” ujar Ramoy ketika memberikan arahan pada apel perdana yang dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Pemimpin Divisi, serta seluruh karyawan baik secara langsung di kantor pusat maupun secara virtual dari kantor cabang di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Pulau Jawa, Senin (5/1/2026).
Ramoy menuturkan, perbankan adalah industri kepercayaan (Trust), sehingga penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good corporate governance/GCG) adalah harga mati. “Satu, dua kesalahan mungkin berpengaruh pada reputasi bank, tetapi lebih dari itu, sangat fatal bagi karier anda sekalian. Jangan nodai karier anda,” tegas Ramoy.
Dia juga menyampaikan beberapa poin penting pada apel perdana tersebut. Pertama, fundamental GCG: penerapan prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independence, Fairness) harus menjadi landasan kerja.
Kedua, integritas kepemimpinan: menekankan konsep “Tone form the top”, di mana pemimpin harus menjadi suri tauladan dalam hal integritas dan etika.
Ketiga, kekompakan: Mengajak seluruh elemen bank untuk menjaga soliditas. Perbedaan pendapat diperbolehkan di dalam (“hantam di dalam”), namun harus satu suara dan kompak saat keluar.
Selanjutnya penyelarasan Visi: mendukung asta cita Presiden RI, Prabowo Subianto dan visi misi BSG dalam kerangka NKRI, terutama dalam aspek anti-korupsi.
Di tempat yang sama, Direktur Utama BSG, Revino M. Pepah mengungkap hasil evaluasi kinerja 2025. Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi global yang menantang (Low to grow) dan pemulihan pasca Covid yang lambat, BSG berhasil mencatatkan performa yang impresif. Buktinya, kata Revino, pada tahun 2025 BSG meraup laba tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Bukan cuma itu, total aset BSG juga tumbuh 12,51 persen mencapai Rp 23,7 triliun, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh signifikan 21,06 persen mencapai Rp 16,2 triliun. “Untuk laba bersih mencapai Rp 372 Miliar, tumbuh 24 persen (YoY). Ini merupakan pencapaian laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir,” ungkap Revino.
Dalam kesempatan itu, Revino juga membeberkan tantangan yang akan dihadapi BSG. Yaitu, pertumbuhan kredit tercatat 3,94 persen dan rasio NPL (Non-Performing Loan) mengalami kenaikan menjadi 2,9 persen. “Hal ini akan menjadi catatan evaluasi untuk perbaikan di tahun 2026,” tandasnya.
Masih kata Revino, di tahun ini, pihaknya telah menyiapkan strategi dan target yang berfokus pada penguatan tata kelola, ekspansi bisnis berkualitas, dan optimalisasi biaya.
Untuk indikator target pertumbuhan 2026 nominal total aset 6,8 persen, kredit 7,5 persen dan dana Pphak ketiga 8,8 persen . “Laba kita targetkan 19,1 persen atau senilai Rp 440 miliar,” kata dia.
Dalam memenuhi target ini, lanjut Revino, pihaknya akan melakukan perbaikan kualitas kredit dengan cara memerangi NPL dan meningkatkan kualitas ekspansi bisnis.
Efisiensi Biaya, menurunkan Non-Performing Loan (NPL) dan Overhead Cost. Berikutnya, meningkatkan keandalan sistem IT dan keamanan data, mengusung semangat “Homo Homini Socius” (manusia adalah kawan bagi sesama), di mana pegawai harus saling mendukung dan tidak menjadi serigala bagi sesamanya (Homo Homini Lupus).(*)













Discussion about this post