Gorontalopost.co.id, LIMBOTO —- Arus deras di sungai Paguyaman, sabtu (3/1/2026) membuat dua warga Kecamatan Dungaliyo diinformasikan hilang terseret arus sungai saat melintasi aliran sungai tersebut dan hingga hari ini Minggu (4/1/2026) belum juga ditemukan.
Adalah ibu dan anak, Sumitra isini (27) dan anaknya Akbar Diangi (8) diduga terseret arus sungai paguyaman saat melintasi sungai tersebut, usai melakukan aktivitas dari kebunnya yang berada di Desa Motoduto Kecamatan Boliyohuto.
Dari pengakuan sang suami Rinto Diyangi (27) istrinya masih sempat meneleponnya dan mengatakan bahwa dia sedang berteduh di pondok milik mereka di kebun, namun, ketika Rinto mencoba menghubungi istrinya kembali setengah jam kemudian, teleponnya tidak dijawab.
Rinto kemudian mencari informasi dan mengetahui bahwa istrinya dan anaknya, hanyut di sungai kecil desa tersebut. Satu orang lainnya, Yasi Isini, berhasil selamat dan saat ini sedang dalam perawatan medis.
“Yah memang kami ada kebun di Desa Motoduto dan kebetulan isteri dan anak saya bersama kerabat lainnya sedan berada di kebun dan terjebak hujan deras, sembari menunggu hujan reda mereka berteduh dipondok, kemungkinan besar saat akan menyeberang itu terseret arus, karena memang sungau paguyaman sampai saat ini masih bearus,” ungkap Rinto
Sementara itu Camat Boliyohuo Agus Santoso Rajikan mengatakan, hingga saat ini tim gabungan masih terus melakukan pencarian. “Memang benar dua orang tersebut adalah warga Kecamatan Dungaliyo hanya memang punya kebun di Desa Motoduto Kecamatan Boliyohuto, kita doakan bersama tim bisa segera menemukan keduanya,” harap Agus.
Pihak Basarnas Gorontalo ketika dikonfirmasi melalui Komandan Pos Marisa Alan Lasena mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian korban. “Kami bersama personel TNI, Polri, BPBD Kabupaten Gorontalo serta dibantu warga dan keluarga korban masih mencari korban dengan menyusuri sungai. Untuk saat ini jarak pencairan sudah mencapai Enam KM dari lokasi korban hilang,”ungkap Alan. Untuk sementara jelas Alan bahwa pencarian korban masih dihentikan pukul 17.00 WITA dan akan dilanjutkan Senin (5/1) pukul 07?00 WITA. (Wie/roy)












Discussion about this post