Tidak banyak yang tahu tentang masa lalu AKP Iswan Brandes. Perwira yang memiliki 14 gelar tersebut, ternyata memiliki kisah kelam yang sangat menyentuh.
Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post
PEMILIK nama lengkap AKP Dr. Hi. Iswan Brandes, S.Pd.I., M.Si., M.M., M.K.M., CPHR., CBA., CPM., C.PS., C.GMC., C.TMP., C.HL., C.MTr., CGHR., lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bernama Almarhum Hens Brandes dan ibu bernama Hadidjah Ismail.
Sebelum menjadi perwira yang banyak dikenal oleh masyarakat secara luas, Iswan Brandes ternyata merupakan anak dari seorang mualaf. Sang ayah harus merasakan pahitnya kehidupan, krisis ekonomi, membuat hidup mereka serba pas-pasan. Bahkan Brandes, anak keempat dari lima bersaudara tersebut, nyaris tak bisa kuliah karena persoalan ekonomi.
Untuk membiayai hidup dan kuliahnya, Brandes kemudian mendaftar sebagai anggota Polri. Setelah lulus terpilih pada 2004, suami dari Istina Halid, SKM.,M.Si. ini kemudian melanjutkan kuliah hingga meraih 14 gelar sebelum usia 40 tahun.

Pada 2017 silam, ayah dua orang anak ini menyandang pangkat Inspektur Dua (Ipda) setelah mengikuti sekolah. Dan tepat pada 1 Januari 2026, pangkatnya kini Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Tak hanya itu saja, saat berpangkat Ipda, mantan ADC Kapolda dan Walikota Gorontalo ini, pernah mengemban tugas ke Papua sebanyak dua kali dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sejumlah pencapaiannya tersebut, semuanya didedikasikan untuk almarhum ayahnya. Ini dikarenakan, sebelum sang ayah meninggal, ada pesan yang disampaikan, sehingga terpatri hingga kini dibenak Brandes. Kalimatnya singkat yakni ‘Anak harus berjuang lebih dari orang tuanya’. Penyampaian itu yang membuat Brandes semangat hingga saat ini.
“Almarhum Ayah adalah orang yang paling berjasa dalam hidup saya. Apa yang beliau sampaikan kepada saya, menjadi cambuk untuk saya sukses seperti ini. Oleh karena itu, semua pencapaian saya sampai dengan saat ini, saya dedikasikan buat almarhum ayah,” kata Paur Subbagrohjashor Bagwatpers Biro SDM Polda Gorontalo ini.
Selain sukses dalam bidang akademik, AKP Brandes pula berhasil pada bidang keagamaan. Mengapa tidak? Sebagai anak seorang mualaf, AKP Brandes giat belajar agama, sehingga dipercaya sebagai petugas haji pada 2024 lalu sebagai kepala terminal Ajiad di mekkah.
Tak hanya itu saja, pada 2026 ini, Dosen pada pasca sarjana Universitas Gorontalo ini dipercaya kembali untuk menjadi petugas haji. Di mana sebelum berangkat nanti, AKP Brandes diminta untuk menjadi instruktur dan juga pelatih bagi para petugas haji atau calon PPIH Arab Saudi tahun 1447 H/ 2026 M oleh Kementrian Haji dan Umrah RI.
Pelaksanaan kegiatan tersebut akan berlangsung pada 4 Januari hingga 7 Februari 2026 mendatang, bertempat di UPT Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Jalan Raya Pondok Gede, RT. 001/RW. 001, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Kota Jakarta Timur.
Selain itu, dari total 38 Polda yang ada, hanya ada enam Polda yang menjadi perwakilan. Diantaranya, Polda DKI, Polda Gorontalo, Polda Bengkulu, Polda Kaltim dan Polda Sumut.
“Alhamdulillah masih dipercaya dan diberikan kesempatan untuk menjadi petugas haji. Ini merupakan yang kedua kalinya saya sebagai petugas haji. Selain bisa membantu jamaah haji, saya pun bisa melayani tamu Allah,” pungkasnya. (*)










Discussion about this post