Gorontalopost.co.id, POHUWATO -– Pemerintah daerah Pohuwato, secara resmi meniadakan perayaan pesta kembang api di wilayah Pohuwato. Bahkan pemerintah mengeluarkan surat edaran resmi yang disampaikan kepada seluruh camat, lurah dan kepala desa, untuk mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang berlebihan, termasuk pesta kembang api.
Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam,S.H., disampaikan bahwa dalam menjaga ketertiban umum, keamanan, serta kondusivitas masyarakat di wilayah Pohuwato, serta sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketenangan, keselamatan, dan nilai-nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat, maka pemerintah Pohuwato mengimbau untuk tidak melakukan perayaan tahun baru dalam bentuk apapun.
“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak ada pesta tahun baru. Baik itu berupa pesta, hiburan, dan keramaian massal, konvoi kendaraan, penggunaan petasan, kembang api dan sejenisnya, serta kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum,” kata orang nomor dua di wilayah Pohuwato ini.
Pemerintah pula mengajak masyarakat untuk mengisi pergantian tahun baru dengan kegiatan yang positif, sederhana dan bermanfaat. Contohnya, berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, berkumpul bersama keluarga di rumah, melakukan refleksi diri dan evaluasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kami harap agar pemerintah kecamatan, keluarahan maupun pemerintah desa, dapat mensosialisasikan hal ini secara menyeluruh kepada masyarakat. Tak hanya itu saja, diharapkan agar bisa dilakukan pengawasan dan pembinaan di wilayah masing-masing, mengambil langkah-langkah persuasive demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” harapnya.
Di sisi lain, untuk menyambut malam pergantian tahun, Forkopimda Pohuwato akan melaksanakan malam dzikir dan doa untuk negeri. Kegiatan itu mengangkat tema ‘Muhasabah akhir tahun 2025 masehi dan menyongsong tahun baru 2026 masehi’.
Di mana pelaksanaannya akan dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato. Tak hanya itu saja, informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sejumlah desa dan kecamatan pula akan melaksanakan kegiatan keagamaan.
Sementara itu, Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H. menyampaikan, pihaknya akan memaksimalkan pelaksanaan patroli skala besar. Hal ini tidak lain untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk adanya pesta minuman keras (Miras), aksi balapan liar, maupun pesta kembang api dan lain sebagainya.
“Kami pun berharap agar masyarakat tidak melakukan kegiatan menyambut tahun baru secara berlebihan. Sebaliknya, kami ikut mengimbau kepada masyarakat, agar dapat menyambut tahun baru dengan doa serta dzikir bersama di masjid atau di rumah masing-masing,” harapnya. (kif)










Discussion about this post