Tidak sedikit anak-anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi atau pun biaya pendidikan. Hal tersebut pernah dirasakan oleh perwira Polda Gorontalo, yang bernama AKP Iswan Brandes. Pria kelahiran Gorontalo 5 Mei 1984 ini, pernah berhenti kuliah karena persoalan ekonomi.
Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post
SEBELUM lulus sebagai anggota Polri pada 2004 silam, Iswan Brandes sempat menimba ilmu di salah satu universitas yang ada di Gorontalo. Hanya saja, langkahnya untuk menjadi sarjana terhenti karena faktor biaya.
Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya berkecil hati. Pada saat ada penerimaan anggota Polri, dirinya mencoba mendaftar dan akhirnya lulus terpilih. Setelah mengikuti pendidikan, Brandes bertugas di Polda Siap Gorontalo, dan kemudian pada 2005, dirinya dipindahtugaskan ke Sat Brimob Polda Siap Gorontalo.
Kurang lebih 13 tahun lamanya Brandes bertugas di Brimob Polda Gorontalo. Mulai Bintara berpangkat Brigadir Dua (Bripda), sampai menjadi perwira berpangkat Inspektur Dua (Ipda).
Pangkat Ipda tersebut didapatkannya setelah 12 tahun berdinas. Pada saat itu ada seleksi Bintara yang hendak menjadi perwira dan dirinya pun lulus terpilih.
Setelah berpangkat Ipda, Brandes sempat menempati jabatan sebagai Wadanki 1 Pelopor Yon A Sat Brimob Polda Gorontalo pada 2017 dan menjabat sebagai Ps. Danki 2 Pelopor Yon A Sat Brimobda Gorontalo.
Selama kurun waktu 13 tahun, Brandes memanfaatkan waktunya dengan semaksimal mungkin untuk mengejar mimpinya sebagai seorang sarjana. Dirinya pun kembali ke bangku kuliah di IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan mengambil jurusan S1 Pendidikan Agama, dan lulus pada 2009 silam.
Sebenarnya, Brandes ingin masuk di jurusan psikologi. Hanya saja program studi itu tidak dibuka, sehingga dirinya mengambil jalur yang mendekati.
“Dulu saya pernah kuliah, tapi kandas karena tidak ada biaya. Setelah jadi anggota Polri dan bertugas di Brimob, saya memiliki banyak waktu luang di luar jam dinas.
Oleh karena itu, hal ini menurut saya adalah sebuah peluang untuk melanjutkan cita-cita saya yakni menjadi seorang sarjana. Saya kemudian masuk kuliah dan alhamdulillah lulus,” jelasnya ketika diwawancarai Gorontalo Post.
Awalnya, ketika sibuk dengan dunia perkuliahan, Brandes sempat dicibir oleh sejumlah rekan dan juga senior. Ini dikarenakan Brandes tidak pernah nongkrong dengan teman seangkatan maupun para senior, atau touring dengan mereka. Meski demikian, hal ini tidak membuat niatnya surut.
Sebaliknya, Iswan Brandes saat itu focus dan bersungguh-sungguh untuk menimba ilmu. Bahkan, dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun lamanya, Iswan Brandes berhasil meraih berbagai gelar S2, S3, maupun sertifikasi profesi. Semua itu dilakoninya secara bersamaan.
“Kurang lebih 10 tahun lamanya saya tidak punya waktu untuk beristirahat atau pun bermain-main. Bagi saya, pendidikan itu sangatlah penting dan bukan untuk mengejar pangkat. Memang, dalam regulasi Polri, pendidikan bisa mempercepat kenaikan pangkat. Namun bagi saya pendidikan itu adalah tujuan, dan pangkat itu merupakan bonus,” ungkapnya tersenyum.
Setelah menempuh berbagai pendidikan disejumlah universitas yang ada di Gorontalo, Brandes akhirnya dapat meraih gelar doctor di usia 36 tahun. Tak hanya itu saja, dirinya menyelesaikan seluruh target sebelum usia 40 tahun.
Motivasi itu didapatkannya dari salah seorang professor, sehingga dirinya makin mantap untuk terus melanjutkan studi. Selain motivasi itu, dirinya pun selalu mengingat wasiat dari almarhum ayahnya.
Di mana almarhum menyampaikan bahwa anak harus berjuang lebih dari orang tuanya. Hal ini dikarenakan, almarhum saat itu tidak bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi karena tekanan ekonomi dan sosial.
“Sederhana apa yang disampaikan almarhum ayah saya. Namun bagi saya, beliau adalah orang paling berjasa dalam hidup saya sampai dengan saat ini. Wasiat itu pun saya tunaikan dan saya dedikasikan buat almarhum,” terangnya.
Berbagai motivasi dan dorongan inilah yang membuat Iswan Brandes belajar dengan sungguh-sungguh. Dirinya pun kini telah mendapatkan 14 gelar. Tak hanya itu saja, Iswan Brandes sementara melakukan pengurusan jabatan akademik dengan target menjadi seorang guru besar atau sebagai professor.
Kini, perwira tiga balak dipundaknya tersebut, memiliki nama lengkap AKP Dr. Iswan Brandes, S.Pd.I., M.Si., M.M., M.K.M., CPHR., CBA., CPM., C.PS., C.GMC., C.TMP., C.HL., C.MTr.
Selain bertugas di Polda Gorontalo, dengan jabatan sebagai Paur Subbagrohjashor Bagwatpers Ro SDM Polda Gorontalo, Iswan Brandes pula turut menjadi Dosen Fakultas Hubinter UBM, Dosen Fakultas Sospol UG, Dosen tetap pada Pasca Sarjana UG, dan sebagai Ketua Ikatan Alumni Doktor Administrasi Publik UNG 2024 sampai dengan 2026. Iswan Brandes pula merupakan satu-satunya wasit Cabang Olahraga Kurash di Gorontalo, yang berlisensi internasional. (***)











Discussion about this post