Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Empat jenis perlombaan mewarnai Semarak Bulan Bahasa 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (Bastrasia), Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan di bidang kebahasaan serta kesastraan. Kegiatan yang dibuka Jumat (23/10) tersebut mengusung tema “Merangkai Keberagaman, Menghidupkan Kreativitas, Menguatkan Persatuan melalui Bahasa”.
Empat perlombaan yang disiapkan meliputi lomba pembawa berita, penulisan esai, Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), dan penulisan cerpen. Masing-masing lomba memberikan ruang bagi peserta untuk mengasah kemampuan berbicara, menyampaikan gagasan, berargumentasi, hingga menghasilkan karya tulis kreatif.
Ketua Panitia Bulan Bahasa 2026, Syiren Tonote, mengatakan Semarak Bulan Bahasa tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai identitas, sarana pemersatu, dan cerminan keberagaman budaya bangsa,” ujarnya.
Menurut Syiren, rangkaian perlombaan tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat, mengembangkan potensi, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkompetisi secara sehat.
Selain pembukaan dan rangkaian lomba lainnya, kompetisi KDMI dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama mulai pukul 13.00 WITA. Ajang ini diharapkan mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, menyampaikan argumentasi, dan menghargai perbedaan pendapat.
Syiren berharap Semarak Bulan Bahasa 2026 dapat memberikan pengalaman dan manfaat bagi seluruh peserta, sekaligus memperkuat semangat mahasiswa dalam menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia semakin tumbuh, kreativitas semakin berkembang, dan persatuan semakin kuat melalui bahasa,” tuturnya. (Tr-76)













Discussion about this post