gorontalopost.co.id – Partai Hanura tak ingin kembali tersingkir dari Senayan. Setelah dua kali gagal menembus DPR RI pada Pemilu 2019 dan 2024, partai besutan Oesman Sapta itu mulai memanaskan mesin politik dengan satu target: merebut kursi parlemen pada Pemilu 2029.
Ketua Tim Task Force sekaligus Wakil Ketua Umum Hanura, Patrice Rio Capella, menegaskan partainya tak ingin energi kader habis untuk memperdebatkan parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen yang kini dibahas Panitia Kerja RUU Pemilu di DPR RI. Bagi Hanura, tantangan sesungguhnya bukan sekadar angka ambang batas, melainkan kemampuan membangun kekuatan untuk menembusnya. “Kalau ini sungguh-sungguh kita lakukan, maka 4 persen itu kecil,” tegas Rio saat memimpin konsolidasi dan rapat teknis Tim Task Force bersama pengurus DPD, DPC, serta anggota DPRD Hanura se-Provinsi Gorontalo di Fox Hotel, Senin (19/10/2026).
Rio mengaku optimistis Hanura mampu kembali mengirim wakil ke Senayan. Menurut dia, peluang itu ditentukan oleh kekuatan struktur, kerja politik, dan kesungguhan kader, bukan sekadar perdebatan mengenai besaran PT.
Gorontalo menjadi provinsi ke-22 yang dikunjungi Tim Task Force. Rio menilai semangat kader di daerah ini tak kalah dari 21 provinsi yang telah lebih dahulu disambangi. Ia berharap energi serupa muncul di 16 provinsi berikutnya. “Yang kami lakukan bukan sekadar untuk menghadapi verifikasi faktual. Verifikasi faktual itu sasaran antara. Kita berkumpul untuk menang Pemilu 2029,” ujarnya.
Untuk mengukur kesiapan dan peluang elektoral, Hanura merencanakan empat survei internal nasional. Survei pertama dijadwalkan Juni 2027, setelah partai dinyatakan lolos verifikasi sebagai peserta pemilu. Survei berikutnya dilakukan pada akhir 2027, pertengahan 2028, dan menjelang Pemilu 2029.
Hasil survei itu akan menjadi alat untuk membaca perkembangan kekuatan partai sekaligus memetakan peluang meraih kursi DPR RI, termasuk dari Gorontalo. Rio juga menyampaikan pesan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta agar kader tidak lagi menjalankan persiapan pemilu dengan pola kerja biasa-biasa saja. Dua kegagalan berturut-turut menembus Senayan, menurut pesan tersebut, harus menjadi pelajaran serius bagi seluruh jajaran partai.
Hanura dituntut membangun struktur yang solid, menjaga persatuan, dan menggerakkan mesin politik secara sungguh-sungguh. “Partai Hanura itu dipersiapkan untuk menang, bukan untuk kalah,” tegas Rio.
Di Gorontalo, Ketua DPD Hanura Ekwan Ahmad memasang target lebih agresif. Dari enam kursi DPRD yang dimiliki saat ini, ia berharap Hanura mampu meningkatkan perolehan menjadi 15 kursi di DPRD provinsi serta kabupaten/kota, sekaligus merebut satu kursi DPR RI pada Pemilu 2029. “Sekarang kita ada enam kursi DPRD. Insya Allah di Pemilu 2029 akan bertambah menjadi 15 kursi DPRD provinsi, kabupaten/kota, dan satu kursi untuk DPR RI,” kata Ekwan.
Dalam konsolidasi tersebut, Tim Task Force menyerahkan surat keputusan kepengurusan untuk enam DPC dan satu DPD. Hanura juga memberikan bantuan dana untuk pemasangan papan nama partai di setiap DPC dan PAC di seluruh Gorontalo. (gp)












Discussion about this post