logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 16 October 2026
in Persepsi
0
Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Revalina Tumu (foto: dok-pribadi)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Revalina Tumu

Di tengah riuk pembangunan dan cita-cita mencetak generasi unggul, sebuah bayang-bayang kelam masih membayangi Kabupaten Gorontalo Utara. Tren tingginya angka perkawinan anak yang tecermin dari maraknya permohonan dispensasi nikah bagi anak di bawah umur bukan lagi sekadar angka statistik dalam laporan tahunan pengadilan agama, melainkan sinyal bahaya bagi kualitas hidup generasi mendatang di Provinsi Gorontalo.

Sebagai masyarakat asli yang lahir, tumbuh, dan besar di Gorontalo Utara, serta sebagai kader Korps HMI-Wati (KOHATI) yang mengawal isu-isu perempuan dan anak, saya merasa terpanggil untuk menyuarakan keresahan ini. Fenomena ini kerap kali dipicu oleh lingkungan pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan di luar nikah. Namun, yang paling memprihatinkan bukan hanya dinamika pergaulan remaja itu sendiri, melainkan bagaimana lingkungan sosial di sekitarnya merespons kondisi tersebut. Ketika nasi telah menjadi bubur, pernikahan dini tergesa-gesa kerap diambil sebagai jalan pintas demi satu dalih klasik: menutupi aib keluarga.

Antara Kekeliruan Sistemik dan Dampak Berantai
Menganggap perkawinan anak sebagai penawar dari persoalan kehamilan remaja adalah sebuah kekeliruan sistemik. Pernikahan di bawah umur yang dipaksakan atas dasar rasa malu tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah, melainkan hanya memindahkan krisis dari ruang publik ke ruang domestik.

Related Post

Dua Dekade Ketidakpartisipasian Pemilih Gorontalo

Daerah “Adat” Gorontalo  

Memperbesar Kelas Menengah, Jalan Baru Gorontalo

Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah

Anak-anak yang secara fisik, mental, dan finansial belum matang dipaksa mengemban tanggung jawab besar sebagai orang tua. Akibatnya, rantai persoalan baru pun terurai mulai dari:

* Meningkatnya risiko kematian ibu dan bayi.

* Ancaman tengkes atau stunting pada anak yang dilahirkan.

* Tingginya potensi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

* Maraknya kasus anak putus sekolah.

* Jebakan kemiskinan struktural yang berulang antar-generasi.

Minimnya Kepekaan Keluarga dan Normalisasi Masalah
Penyebab utama dari terus berulangnya fenomena ini dan mengapa seolah dinormalisasi di Gorontalo Utara berakar dari lingkungan terdekat anak, yaitu kurangnya peran dan kepekaan keluarga.

Selama ini, narasi pencegahan perkawinan anak seolah dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah, lembaga hukum, atau instansi pendidikan melalui berbagai regulasi dan sosialisasi. Padahal, benteng pertahanan paling awal dan utama berada di dalam rumah. Pemerintah dapat memperketat syarat dan prosedur dispensasi nikah, tetapi negara tidak berada di dalam rumah untuk mendampingi tumbuh kembang serta dinamika emosional anak setiap hari.

Banyak orang tua yang masih menempatkan diri sekadar sebagai pencari nafkah atau figur otoriter tanpa membangun ruang komunikasi yang hangat dan terbuka. Ketika anak tidak menemukan ruang aman di rumah untuk berdiskusi tentang kesehatan reproduksi, batasan pergaulan, serta cita-cita masa depan, mereka akan mencari validasi di luar rumah tanpa arah dan perlindungan yang memadai.

Solusi dan Rekomendasi kepada Orang Tua
Mencegah perkawinan anak di Gorontalo Utara membutuhkan keberanian moral dari para orang tua untuk mendobrak tradisi memaklumi atau menutupi rasa malu dengan mengorbankan masa depan anak. Masyarakat Gorontalo Utara harus membangun kesadaran kolektif bahwa pernikahan bukan sekadar legalitas ikatan di atas kertas, melainkan kesiapan hidup secara holistik.

Orang tua di Gorontalo Utara harus mengambil peran aktif melalui langkah-langkah konkret:

* Membuka Dialog Jujur dan Inklusif: Membangun komunikasi yang hangat mengenai kesehatan reproduksi dan dampak pergaulan bebas tanpa tabu.

* Mengutamakan Pendidikan Tinggi: Mendorong dan memperjuangkan pendidikan anak setinggi-tingginya sebagai prioritas utama masa depan.
* Pengawasan Berbasis Empati: Menghadirkan pola asuh yang mengawasi dengan kasih sayang dan empati, bukan sekadar larangan yang mengekang.

* Memperhatikan Kesiapan Mental: Memberikan perhatian serius pada mental dan psikologis anak sebelum mereka melangkah ke kehidupan rumah tangga.

Usulan dan Rekomendasi kepada Pemerintah Daerah

Menghentikan laju perkawinan anak di Gorontalo Utara tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pundak keluarga saja. Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Gorontalo harus mengambil langkah taktis, terukur, dan berkelanjutan melalui kebijakan konkret berikut:

1. Penguatan Program Edukasi Reproduksi dan Kesadaran Hukum di Sekolah: Pemerintah daerah melalui instansi terkait wajib mengintegrasikan edukasi kesehatan reproduksi serta bahaya hukum dan sosial dari perkawinan anak ke dalam kurikulum atau program ekstrakurikuler di tingkat sekolah menengah. Pencegahan harus dimulai sebelum anak-anak melangkah ke usia rentan.
2. Optimalisasi Peran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan Layanan Konseling Desa: Pemerintah daerah perlu memperkuat fungsi PUSPAGA hingga tingkat kecamatan dan desa. Layanan konseling psikologis dan edukasi pola asuh (parenting) bagi orang tua harus dapat diakses dengan mudah, sehingga keluarga memiliki ruang untuk berkonsultasi sebelum masalah keluarga berujung pada keputusan pernikahan dini.
3. Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Mengingat faktor ekonomi sering kali menjadi bayang-bayang kerentanan sosial, pemerintah daerah harus memperluas program pemberdayaan ekonomi rumah tangga, akses pelatihan keterampilan, serta bantuan tepat sasaran bagi keluarga prasejahtera agar tekanan finansial tidak menjadi alasan memutus pendidikan anak.
4. Sinergi Lintas Sektor dan Pengawasan Ketat Dispensasi Nikah: Pemerintah daerah, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Kemenag dan  Pengadilan Agama, harus memperketat koordinasi dalam memverifikasi setiap permohonan dispensasi nikah. Pendampingan psikologis dan sosial yang ketat harus diwajibkan bagi setiap anak yang mengajukan dispensasi, guna memastikan hak-hak dasar mereka tetap terlindungi.

Sikap dan Catatan Kritis KOHATI

Perkawinan anak bukanlah hal biasa yang boleh dimaklumi, apalagi dijubahi dengan alasan kepraktisan sosial. Menghentikan laju perkawinan anak di Gorontalo Utara tidak cukup hanya dengan mengandalkan ketukan palu hakim atau seminar-seminar edukasi pemerintah. Perubahan sejati harus dimulai dari meja makan dan ruang tamu keluarga kita sendiri.

Bagi kami di KOHATI, perlindungan terhadap anak adalah investasi paling berharga untuk melahirkan generasi yang tangguh, berpendidikan, dan bermartabat. Oleh karena itu, kami menegaskan:

1. Orang Tua Harus Berada di Garis Depan: Orang tua di Gorontalo Utara harus membentengi anak dengan kasih sayang, ilmu, dan pengawasan yang bijak, serta berani memperjuangkan masa depan dan kesehatan mental anak di atas rasa takut akan stigma masyarakat.
2. Pemberhentian Tradisi Menutupi Aib: Praktik mengorbankan masa depan anak demi menutupi rasa malu sosial harus dihentikan demi memutus rantai kemiskinan dan kekerasan domestik.
3. Sinergi Komunitas dan Keluarga: Pemerintah dan masyarakat harus berjalan seiringan, di mana negara memperketat regulasi dan keluarga memperkuat benteng moral serta emosional anak di rumah.

Melindungi anak dari pernikahan dini hari ini adalah investasi paling berharga untuk masa depan daerah kita. Sebab, tidak ada masa depan Gorontalo Utara yang kuat tanpa generasi muda yang sehat, cerdas, dan terlindungi. (*)

Penulis adalah Peserta latihan khusus kohati 2026

Related Posts

Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Dua Dekade Ketidakpartisipasian Pemilih Gorontalo

Thursday, 15 October 2026
Basri Amin

Daerah “Adat” Gorontalo  

Monday, 12 October 2026
Ridwan Monoarfa

Memperbesar Kelas Menengah, Jalan Baru Gorontalo

Monday, 12 October 2026
Hadapi Anak Makin Lengket dengan Gadget, Dikbud Gerakkan Sekolah Rawat Budaya

Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah

Friday, 9 October 2026
Dr. Arifasno Napu

Monumental Semboyan Gizi ”Svastha Harena” Melalui ”Salam Gizi” dengan Jawaban ”Sehat Melalui Makanan”

Tuesday, 6 October 2026
Muchlis Huntua

Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo: Ruang Dialog Tanpa Barikade

Monday, 5 October 2026
Next Post
Opini Gizi Berbasis Religi Tarik Pembaca Kemenag Gorontalo

Opini Gizi Berbasis Religi Tarik Pembaca Kemenag Gorontalo

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Ribuan Massa Geruduk Polda, Desak Penghentian Dugaan Kriminalisasi Adhan Dambea

Ribuan Massa Geruduk Polda, Desak Penghentian Dugaan Kriminalisasi Adhan Dambea

Thursday, 15 October 2026
Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Diganti

Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Diganti

Thursday, 15 October 2026
Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Friday, 16 October 2026
Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

Wednesday, 14 October 2026

Pos Populer

  • Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

    Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Besok, Istri Wapres Gibran ke Gorontalo

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Kementrian ESDM Bidik PETI Boalemo di Paguyaman Cs

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Kunjungan Industri: Siswa SMKN 1 Boalemo Geruduk Gorontalo Post

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.