Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Produksi jagung Gorontalo yang mencapai 653,29 ribu ton pada 2025 berpeluang terserap lebih besar melalui rencana pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT). Proyek yang mencakup industri pakan hingga peternakan ayam ini mulai memasuki tahap persiapan, dengan survei lokasi di Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara.
PT Berdikari (Persero), BUMN yang ditunjuk menjalankan program tersebut, bersama PT Surveyor Indonesia (Persero) melakukan verifikasi lapangan untuk menyusun studi kelayakan pembangunan fasilitas parent stock (indukan ayam), penetasan telur atau hatchery, serta pabrik pakan (feed mill).
Pemeriksaan mencakup legalitas dan kondisi teknis lahan sebagai bagian dari persiapan sebelum memasuki tahap perencanaan dan konstruksi. Perkembangan itu dibahas bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Rabu (14/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah provinsi menyerahkan salinan surat keputusan penetapan lokasi pembangunan fasilitas HAT kepada PT Berdikari.
General Manager Poultry Business PT Berdikari, Agus Setyawan, mengatakan dokumen penetapan lokasi menjadi salah satu dasar penting untuk melanjutkan tahapan proyek. “SK penetapan lokasi ini sangat penting bagi kami sebagai dasar pelaksanaan proyek konstruksi. Selanjutnya akan kami sampaikan ke kementerian/lembaga untuk diverifikasi pengajuan proyek strategis nasional atas program HAT ini,” kata Agus.
Gusnar mengatakan, pembangunan HAT telah lama dinantikan karena dinilai berpotensi memperkuat keterkaitan sektor pertanian dan peternakan di Gorontalo. Jagung produksi petani dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan, sementara fasilitas peternakan terintegrasi diharapkan membantu memenuhi kebutuhan ayam di daerah.
“Hilirisasi ayam terintegrasi ini sudah kami nanti-nantikan sejak awal tahun. Proyek strategis nasional Pak Presiden Prabowo melalui Danantara ini akan membangun peternakan ayam yang terintegrasi mulai dari pakan, telur hingga ayamnya. Semuanya dikelola menjadi satu,” ujar Gusnar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen di Gorontalo mencapai 653,29 ribu ton sepanjang 2025. Besarnya produksi tersebut menjadi salah satu potensi bahan baku yang diharapkan dapat mendukung operasional industri pakan dalam ekosistem HAT.
Namun, proyek ini masih berada pada tahap persiapan dan studi kelayakan. Penyerapan jagung petani serta kontribusi fasilitas tersebut terhadap pemenuhan kebutuhan ayam di Gorontalo akan bergantung pada realisasi pembangunan dan operasionalisasi seluruh rantai produksinya. (tro)














Discussion about this post