Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kursi Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo resmi berganti kendali. Ini setelah dr. Fitriyanto Rajak diberhentikan secara permanen sebagai orang nomor satu di RS Ainun Habibie tersebut.
Selanjutnya Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menunjuk dr. Jeane Istanti Dalie sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur rumah sakit milik pemerintah provinsi, terhitung sejak 7 Oktober 2026. Penunjukan Jeane tertuang dalam Surat Perintah Pelaksana Tugas yang diterbitkan Gubernur pada 6 Oktober 2026.
Serah terima jabatan berlangsung Jumat (9/10/2026) di Aula RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, disaksikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, serta jajaran manajemen rumah sakit. Pergantian kepemimpinan ini menandai dimulainya masa tugas Jeane untuk mengendalikan jalannya manajemen rumah sakit.
Sebelumnya, ia menjabat Sekretaris Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo. Kini, Jeane harus menjalankan dua tanggung jawab sekaligus, yakni sebagai sekretaris dinas dan Plt Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Dalam surat perintah tersebut, masa penugasan ditetapkan paling lama tiga bulan dan berakhir ketika pejabat Plt yang baru ditunjuk dan/atau pejabat definitif dilantik.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, dr Anang S. Otoluwa, menegaskan, pergantian kepemimpinan tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Konsolidasi internal, kedisiplinan pegawai, efektivitas pengelolaan, dan peningkatan mutu pelayanan harus menjadi perhatian utama.
“Pergantian kepemimpinan bukan sekadar perubahan jabatan, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Kami berharap Ibu Jeane dapat segera mengonsolidasikan jajaran rumah sakit, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap kebutuhan pasien menjadi prioritas,” ujar Anang.
Menurutnya, rumah sakit pemerintah harus mampu memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Karena itu, seluruh jajaran diminta menjaga kesinambungan operasional sekaligus mendorong perbaikan tata kelola rumah sakit.
Sementara itu, Jeane menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan Gubernur Gorontalo. Ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh tenaga kesehatan dan pegawai untuk menjaga stabilitas operasional serta meningkatkan kualitas layanan.
“Ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar. Saya akan berupaya memastikan pelayanan tetap berjalan dengan baik, memperkuat kerja sama seluruh jajaran, dan mendorong perbaikan secara berkelanjutan,” kata Jeane.
Ia berharap dukungan seluruh unsur rumah sakit dapat memperkuat koordinasi internal dan membuat pelayanan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat Gorontalo. Penunjukan Plt Direktur ini menjadi langkah pemerintah provinsi untuk memastikan roda organisasi RSUD dr. Hasri Ainun Habibie tetap berjalan.
Namun, kepemimpinan baru juga dituntut membuktikan bahwa pergantian di tingkat manajemen berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien. (roy)














Discussion about this post