logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Kacamata Mata

Lukman Husain by Lukman Husain
Sunday, 11 October 2026
in Disway
0
Kacamata Mata

Ketua Umum PBNU Gus Kikin mencoba kacamata spesial Ye Su (Konjen Tiongkok untuk Jatim, Jateng, DIY, Maluku, dan Maluku Utara).--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

Kami, satu meja, bergantian mencoba kacamata istimewa itu. Yang diminta mencoba pertama adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang baru: Gus Kikin (lihat foto). Lalu pengusaha besar pemilik grup Maspion, Alim Markus. Pindah ke Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. Pindah lagi ke istri Wagub, artis yang 5i itu. Masih berpindah ke satu lagi: Indah Kurnia, anggota DPR dari PDI-Perjuangan dapil Surabaya. Terakhir saya.

Awalnya kami tidak tahu kalau kacamata yang dipakai Ye Su, konsul jenderal Tiongkok untuk Jatim, Jateng, DIY, Maluku, dan Maluku Utara itu, istimewa. Terlihat seperti kacamata biasa. Kami baru tahu setelah Ye Su turun dari podium –usai memberi sambutan ulang tahun ke-75 RRT.

Begitu duduk kembali di kursinya ia berkata: “Saya tadi pakai ini. Sedikit agak besar”. Ye Su berkata begitu sambil melepas kacamata itu. Sambil menikmati hidangan hotel Vasa Surabaya saya memperhatikan penjelasan Ye Su tentang kacamata itu. Waktu berpidato ia memang tidak terlihat membaca teks. Ia memang terlihat tidak membawa teks.

Teks pidato yang dibaca Ye Su ternyata ada di kacanya kacamata itu. Ia bisa membaca teks pidato langsung di kacamata itu. Saya baru percaya setelah dapat giliran mencobanya.

Related Post

Weda Bay

Abuleke Bahlil

Rocky Gerung

Begitu saya mengenakannya langsung terlihat baris-baris kalimat pidatonya. Meski kaca di kacamata itu sangat dekat di mata ternyata teksnya terlihat seperti jauh di depan sana. Tidak ada bedanya dengan kita membaca teks film di layar lebar. Bahkan terlihat lebih jelas.

Saya jadi ingat mobil listrik BYD yang jenis sedan. Waktu kita mengemudikannya kita bisa melihat angka kecepatan kita jauh di depan sana. Bukan di speedometer yang di dashboard.

Angka kecepatan itu terlihat seperti sekitar 10 meter di depan mobil. Kita tidak perlu menunduk ke speedometer untuk mengecek kecepatan. Dengan tanpa perlu melihat dashboard wajah, mata kita, tetap bisa fokus ke jalan raya. Mungkin seperti itu juga kacamata istimewa Ye Su tadi.

Maka era teleprompter segera lewat. Seorang presiden, termasuk presiden direktur perusahaan, tidak perlu lagi membaca layar. Pun penyiar TV. Bahkan paparan materi rapat tidak perlu lagi ditayangkan di layar. Cukup masing-masing peserta rapat mengenakan kacamata jenis itu.

Tentu kacamata seperti itu bukan baru. Sudah banyak negara yang memproduksinya. Negara pertama adalah Amerika. Lalu Jepang. Tapi tidak segera memasyarakat: mahal. Kurang praktis. Itu tahun 2012–2013.

Anda pun sudah bisa menebak Tiongkoklah yang kemudian mengambil alih semuanya. Menyederhanakannya. Membuatnya lebih praktis. Dan yang utama: murah. Seperti yang saya coba itu adalah produk Tiongkok.

Saya tidak bertanya mereknya. Juga tidak sempat mengamati –karena harus bergantian mencoba. Hampir pasti kacamata itu disebut smart glasses teleprompter. Merek yang paling terkenal adalah Rokid, bikinan Hangzhou. Ada juga merek Even G2.

Tiongkok memang bukan yang pertama. Tapi yang bentuknya sangat mirip kacamata adalah buatan Tiongkok. Sampai saya pun tidak menduga kalau yang dipakai Konsul Ye Su adalah smart glasses teleprompter. Kita semua baru tahu setelah Ye Su memberi tahu kami dengan cara melepas kacamata diplomasinya –untuk kita coba bergantian.

Selamat tinggal teleprompter tradisional. Para penyiar TV pun bisa ganti ke smart glasses teleprompter. Bagi investor itu berarti penghematan investasi bikin stasiun televisi. Siapa tahu kelak Tiongkok juga memproduksi kacamata untuk melihat berapa isi dompet para perusuh Disway. Atau isi tas yang dibagi-bagi dalam sebuah Muktamar. Atau yang bisa memproduksi suara gemuruh tepuk tangan untuk menambah semangat yang sedang berpidato. (DIS)

Tags: Catatan Dahlancatatan dahlan iskanDahlan IskanDiswayharian diswayKacamata Mata

Related Posts

Weda Bay

Weda Bay

Saturday, 10 October 2026

Saturday, 10 October 2026
Abuleke Bahlil

Abuleke Bahlil

Friday, 9 October 2026
Rocky Gerung

Rocky Gerung

Thursday, 8 October 2026
Mitra Keracunan

Mitra Keracunan

Tuesday, 6 October 2026
Polsek Baru

Polsek Baru

Tuesday, 6 October 2026
Next Post
Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

Sunday, 11 October 2026
Proyek Command Center, PH Klaim Hamka Tak Terlibat

Proyek Command Center, PH Klaim Hamka Tak Terlibat

Tuesday, 4 August 2026
Kunjungan Industri: Siswa SMKN 1 Boalemo Geruduk Gorontalo Post

Kunjungan Industri: Siswa SMKN 1 Boalemo Geruduk Gorontalo Post

Friday, 9 October 2026
Rumah Dinas TNI Dijadikan Markas Judol, Jenderal Maruli: Sangat Memalukan!

Rumah Dinas TNI Dijadikan Markas Judol, Jenderal Maruli: Sangat Memalukan!

Friday, 9 October 2026

Pos Populer

  • Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Warisan “Portugis” di Gorontalo

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Usai Mopotilolo, Irjen Pol Nurworo Danang Disambut Pedang Pora di Mapolda Gorontalo 

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Polda Gorontalo Sita Emas dan Merkuri di Lokasi PETI, Dua Orang Jadi Tersangka

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Irjen Nurworo Resmi Kapolda Gorontalo, Tambang Ilegal, Penimbunan BBM Subsidi, dan Tipikor Butuh Keseriusan

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.